
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Rabu (7/10), dengan indeks Nikkei 225 turun 0,76%. Tekanan terutama datang dari sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi, sementara sentimen investor tetap berhati-hati di tengah volatilitas pasar global yang meningkat.
Sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan. Suzuki Motor naik 2,93% menjadi 2.039,50 yen, Taiyo Yuden menguat 2,92% ke 11.460 yen, sementara J.Front Retailing naik 2,61% menjadi 2.728 yen. Namun, kenaikan tersebut belum cukup untuk menahan tekanan pada indeks secara keseluruhan.
Di sisi lain, saham teknologi menjadi salah satu pemberat utama pasar. Disco Corp anjlok 6,29% menjadi 61.380 yen, Kioxia Holdings turun 4,46% ke 17.900 yen, sementara Rakuten Group melemah 4,15% menjadi 639,60 yen dan menyentuh level terendah dalam 52 pekan.
Tekanan pasar juga terlihat dari jumlah saham yang melemah, yang jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Di Bursa Efek Tokyo, sebanyak 2.201 saham ditutup turun, 1.255 saham menguat, sementara 268 saham tidak berubah. Indeks volatilitas Nikkei melonjak 27,68% menjadi 29,20, menunjukkan meningkatnya kehati-hatian investor.
Di pasar komoditas, harga minyak bergerak naik. Minyak mentah WTI kontrak November menguat 0,63% menjadi US$90 per barel, sementara Brent kontrak Desember naik 0,79% ke US$101,37 per barel. Sebaliknya, emas berjangka Desember turun 0,65% menjadi US$4.159,85 per troy ounce.
Sementara itu, dolar AS tetap kuat terhadap yen dengan USD/JPY naik 0,15% ke level 158,34, sedangkan EUR/JPY turun 0,12% menjadi 177,79. Indeks dolar AS berjangka juga menguat 0,23% ke 101,84. Kombinasi penguatan dolar, kenaikan harga minyak, dan meningkatnya volatilitas menjadi faktor yang berpotensi terus memengaruhi pergerakan pasar saham Jepang dalam jangka pendek.