
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS bergerak relatif datar di sekitar 102,30 pada perdagangan Kamis (8/10), setelah kembali gagal menembus level 102,50. Pergerakan greenback masih terbatas meskipun Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menegaskan bahwa kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan masih diperlukan untuk membawa inflasi kembali menuju target 2%. Pasar tampaknya menilai pernyataan tersebut belum memberikan perubahan signifikan terhadap ekspektasi kebijakan The Fed.
Waller mengatakan kenaikan suku bunga tidak harus dilakukan secara berurutan pada setiap pertemuan. Pernyataan ini sejalan dengan ekspektasi pasar saat ini yang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober hanya sekitar 20%, sementara peluang kenaikan pada Desember mendekati 80%. Dengan demikian, pasar masih melihat ruang bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga, tetapi tidak mengantisipasi langkah agresif dalam waktu dekat.
Dari sisi obligasi, yield Treasury AS 10 tahun masih berada di sekitar 5,30%, memberikan dukungan terhadap dolar tetapi belum cukup untuk mendorongnya menembus resistance 102,50. Di saat yang sama, aksi jual kembali terlihat pada obligasi pemerintah Eropa sehingga turut menjaga permintaan terhadap dolar. Namun, kombinasi tersebut belum menghasilkan momentum baru bagi greenback karena sebagian besar ekspektasi kenaikan suku bunga sudah tercermin dalam harga pasar.
Pergerakan dolar juga sangat berkaitan dengan euro karena mata uang tersebut memiliki bobot sekitar 57,6% dalam Dollar Index. Dalam beberapa sesi terakhir, level 102,50 pada DXY selalu berdekatan dengan pelemahan EUR/USD ke sekitar 1,1150. Level tersebut menjadi area penting karena euro saat ini berada di dekat titik terendah sejak Mei 2025. Jika EUR/USD mampu bertahan di atas 1,1150, ruang kenaikan DXY dapat tetap terbatas.
Newsmaker melihat, dolar masih memiliki fundamental positif dari ekspektasi suku bunga tinggi dan yield Treasury, tetapi momentum kenaikannya mulai tertahan. Secara teknikal, 102,50 menjadi resistance penting yang perlu ditembus untuk membuka ruang penguatan berikutnya. Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut dapat membuat DXY kembali bergerak menuju area 102,00. Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada data ekonomi AS dan pernyataan pejabat The Fed untuk melihat apakah ekspektasi kenaikan suku bunga Desember semakin menguat atau justru kembali berkurang.
Sumber: Newmaker.id