
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat (9/10) sesi Asia, setelah mencatat penguatan moderat pada sesi sebelumnya. Gold (XAU/USD) berada di sekitar US$4.146 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan. Pergerakan emas dipengaruhi oleh tarik-menarik antara ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Dari sisi geopolitik, pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela November memberikan sedikit ruang bagi pasar untuk mengurangi kekhawatiran terhadap eskalasi konflik. Trump juga mengatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung produktif. Namun, risiko belum sepenuhnya mereda karena Iran masih meningkatkan serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz, sementara ancaman terhadap jalur perdagangan energi tetap menjadi perhatian investor.
Di sisi moneter, pasar masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, tetapi peluang kenaikan dalam beberapa bulan berikutnya tetap terbuka. Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem mengatakan suku bunga kemungkinan perlu dinaikkan dalam enam hingga sembilan bulan ke depan untuk membantu membawa inflasi kembali menuju target 2%. Prospek suku bunga yang lebih tinggi menjadi tantangan bagi emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, harga minyak mulai menurun setelah sebelumnya melonjak akibat risiko geopolitik dan gangguan produksi. Penurunan harga energi dapat membantu meredakan kekhawatiran inflasi, tetapi risiko pasokan belum hilang sepenuhnya karena badai yang mengancam produksi minyak di Teluk Meksiko AS. Jika harga energi kembali naik akibat gangguan pasokan atau eskalasi konflik, ekspektasi inflasi dan kebijakan The Fed dapat kembali berubah.
Newsmaker melihat, emas masih berada dalam fase konsolidasi dengan dua katalis utama yang saling berlawanan. Penurunan yield dan meningkatnya permintaan safe haven dapat memberikan ruang bagi emas untuk rebound, sementara penguatan dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga dapat kembali menekan harga. Untuk jangka pendek, investor perlu mencermati arah yield Treasury, dolar AS, perkembangan AS-Iran, serta pernyataan pejabat The Fed untuk menentukan apakah rebound emas mampu berlanjut atau justru kembali menguji level rendah sebelumnya.