
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia (AUD) bergerak relatif stabil pada awal perdagangan Jumat (8/10), tetapi masih menghadapi tekanan dari memburuknya sentimen risiko global. AUD/USD berada di sekitar 0,6960 setelah ditutup melemah 0,1% pada sesi sebelumnya. Pergerakan pasangan mata uang ini relatif terbatas sepanjang pekan, sementara investor mulai mencermati dampak kenaikan harga energi dan pelemahan saham teknologi terhadap aset berisiko.
Salah satu tekanan utama datang dari harga minyak yang kembali melonjak. Brent ditutup di atas US$104 per barel setelah meningkatnya serangan terhadap kapal di Timur Tengah, kenaikan biaya pengiriman, serta kembali memanasnya konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman. Harga energi yang tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global dan pada saat yang sama menekan negara seperti Australia yang sangat sensitif terhadap perubahan kondisi perdagangan global.
Sentimen risiko juga memburuk setelah saham teknologi Amerika Serikat mengalami aksi jual. S&P 500 turun 0,5%, dengan saham perusahaan chip menjadi salah satu sumber tekanan setelah muncul kekhawatiran mengenai keberlanjutan investasi besar-besaran pada sektor kecerdasan buatan. Pelemahan saham teknologi berpotensi mengurangi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk dolar Australia yang kerap dipandang sebagai mata uang yang sensitif terhadap kondisi ekonomi global.
Di sisi lain, yield Treasury AS justru menunjukkan sedikit penurunan. Yield Treasury 3 tahun turun 1 basis poin menjadi 4,89%, sedangkan yield 10 tahun turun 5 basis poin ke 5,35%. Penurunan yield tersebut seharusnya dapat memberikan sedikit ruang bagi AUD/USD, tetapi belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan dari sentimen risiko dan tingginya harga minyak. Investor juga masih mencermati ketidakpastian geopolitik setelah muncul laporan mengenai opsi aksi militer AS terhadap Iran, meskipun Presiden Donald Trump mengatakan serangan tidak akan dilakukan sebelum pemilu sela.
Newsmaker melihat, AUD/USD masih berada dalam fase konsolidasi dengan bias yang cukup hati-hati. Jika aksi jual saham teknologi meluas menjadi pengurangan risiko secara global, dolar Australia berpotensi kembali tertekan. Sebaliknya, apabila tekanan di pasar saham mereda dan yield AS terus turun, AUD/USD dapat memperoleh ruang untuk rebound. Untuk jangka pendek, perhatian pasar akan tertuju pada harga minyak, perkembangan konflik Timur Tengah, pergerakan Wall Street, serta arah yield Treasury AS sebagai katalis utama AUD/USD.
Sumber: Newsmaker.id