
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 kembali melemah pada perdagangan Jumat (9/10), turun sekitar 1% ke level 68.300 dan memperpanjang penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Tekanan datang setelah aksi jual saham teknologi di Wall Street kembali membebani sentimen investor global. Kekhawatiran terhadap prospek pendapatan perusahaan AI membuat investor mulai mempertanyakan apakah pertumbuhan industri tersebut mampu mengimbangi besarnya investasi yang telah digelontorkan.
Perhatian pasar tertuju pada laporan mengenai pendapatan tahunan OpenAI yang disebut mencapai sekitar US$50 miliar pada akhir September, lebih rendah dibandingkan angka US$68 miliar yang sebelumnya banyak diberitakan. Perbedaan tersebut memicu kekhawatiran mengenai kemampuan perusahaan AI dalam menghasilkan pendapatan yang sebanding dengan tingginya biaya pengembangan teknologi dan infrastruktur. Sentimen negatif kemudian menyebar ke saham-saham teknologi Jepang yang memiliki keterkaitan erat dengan rantai pasok industri AI global.
Sejumlah saham teknologi mengalami tekanan cukup besar. Advantest turun 2,3%, Kioxia Holdings melemah 4,3%, SoftBank Group jatuh 7,1%, Fujikura turun 3,5%, dan Murata Manufacturing terkoreksi 3,6%. Pelemahan sektor ini menunjukkan bahwa investor mulai lebih selektif terhadap saham yang sebelumnya mendapat keuntungan besar dari optimisme AI. Jika kekhawatiran mengenai profitabilitas dan besarnya belanja AI terus meningkat, sektor teknologi berpotensi menghadapi aksi ambil untung lebih lanjut.
Dari sisi domestik, sentimen juga belum sepenuhnya mendukung. Data menunjukkan belanja rumah tangga Jepang kembali menurun pada Agustus dan telah mengalami penurunan selama sembilan bulan berturut-turut. Inflasi yang masih tinggi menjadi salah satu faktor yang menekan daya beli masyarakat. Kondisi tersebut dapat menjadi perhatian bagi perekonomian Jepang karena konsumsi domestik merupakan salah satu komponen penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi.