
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang menguat terhadap dolar AS setelah Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela pada 3 November. Pernyataan tersebut langsung mendorong USD/JPY turun menembus area 157,50, sekaligus melewati EMA 200 hari yang menjadi salah satu level teknikal penting. Pasangan ini kemudian kembali mendekati 158,00 setelah tekanan terhadap dolar mulai mereda.
Penurunan USD/JPY juga didukung oleh turunnya yield Treasury AS. Yield obligasi AS bertenor 10 tahun kembali turun ke sekitar 5,22% setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 2002. Yield yang lebih rendah mengurangi daya tarik dolar terhadap Yen karena selisih imbal hasil antara aset AS dan Jepang menjadi lebih kecil. Saat ini, suku bunga The Fed berada di kisaran 3,75%-4,00%, sementara Bank of Japan berada di 1,25%, sehingga perbedaan suku bunga masih cukup besar tetapi mulai berkurang ketika yield AS turun.
Pernyataan Trump mengenai Iran juga memberikan dampak tidak langsung terhadap USD/JPY melalui harga minyak. Jika risiko eskalasi konflik berkurang, harga energi berpotensi lebih rendah dan tekanan inflasi AS dapat mereda. Kondisi tersebut dapat mengurangi kebutuhan The Fed untuk menaikkan suku bunga secara agresif. Namun, efek ini masih terbatas karena Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem tetap mengatakan bahwa suku bunga kemungkinan perlu dinaikkan dalam enam hingga sembilan bulan ke depan.
Secara teknikal, area 157,50 menjadi support penting setelah USD/JPY berhasil menembus EMA 200 hari sebelum kembali rebound. Sementara itu, area 158,00 menjadi zona konsolidasi utama karena harga telah beberapa kali bertahan di sekitar level tersebut sejak awal Oktober. Jika tekanan Yen berlanjut dan 157,50 berhasil ditembus secara meyakinkan, pasangan ini berpotensi bergerak menuju support berikutnya. Sebaliknya, jika USD/JPY kembali menembus 158,50, perhatian pasar dapat beralih ke area 159,00, yang menjadi resistance penting dari level tertinggi September.