
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng melemah 0,6% atau sekitar 145 poin ke level 24.134 pada perdagangan Rabu (7/10), membalik sebagian penguatan yang terjadi pada sesi sebelumnya. Tekanan kembali muncul setelah kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran terhadap prospek inflasi dan suku bunga global, sehingga investor kembali mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Harga minyak Brent bergerak di atas US$101 per barel setelah badai mengancam fasilitas produksi minyak di kawasan Teluk Amerika Serikat. Kekhawatiran pasokan semakin meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Arab Saudi. Kondisi tersebut meningkatkan kembali premi risiko geopolitik dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Kenaikan minyak membuat sentimen positif dari Wall Street gagal memberikan dorongan berarti bagi pasar Hong Kong. Investor pada saat yang sama masih menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve, dengan peluang kenaikan suku bunga lanjutan pada bulan ini mulai berkurang. Aktivitas perdagangan juga relatif sepi karena pasar saham China daratan dan Southbound Stock Connect masih tutup selama libur National Day, sehingga dukungan pembelian dari investor China terbatas.
Tekanan terutama terlihat pada sektor teknologi dan kesehatan yang sebelumnya memimpin rebound. Saham Tencent turun 0,8%, Wuxi Biologics melemah 3,3%, Xiaomi kehilangan 1,1%, sementara Genscript Biotech anjlok 14,4% dan InSilico Medicine Cayman merosot 8,7%. Pelemahan tersebut menunjukkan investor masih berhati-hati terhadap saham-saham dengan valuasi tinggi di tengah ketidakpastian inflasi, harga energi, dan arah kebijakan moneter global.(CP)