
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound sterling bergerak menguat tipis terhadap Dolar AS pada perdagangan Senin (12/10), dengan GBP/USD berada di sekitar 1,3243. Namun, penguatan tersebut masih terbatas karena Dolar tetap mendapat dukungan dari ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Pergerakan Pound juga belum didukung katalis domestik Inggris yang kuat.
Sentimen terhadap Dolar semakin solid setelah pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed di tengah pertumbuhan ekonomi AS yang masih relatif kuat dan inflasi yang berada di atas target. Indeks Dolar AS bertahan di atas level 102, menunjukkan investor masih cenderung mempertahankan posisi terhadap mata uang AS. Kondisi ini membuat ruang penguatan GBP/USD tetap terbatas.
Dari sisi geopolitik, serangan kelompok Houthi terhadap Riyadh serta ketidakpastian terkait usulan “energy ceasefire” Rusia-Ukraina belum memberikan dampak signifikan terhadap pasar valuta asing. Namun, meningkatnya risiko geopolitik tetap menjadi faktor yang mendukung permintaan terhadap Dolar sebagai aset safe haven, terutama ketika pasar masih menghadapi ketidakpastian mengenai pasokan energi dan inflasi global.
Perhatian pasar kini beralih ke data CPI AS September yang akan dirilis Rabu. Pasar memperkirakan inflasi inti berada di sekitar 0,2% secara bulanan, tetapi terdapat risiko hasil yang lebih tinggi. Jika core CPI kembali panas, ekspektasi terhadap pengetatan The Fed berpotensi meningkat dan memberikan tekanan tambahan terhadap Pound. Sebaliknya, data yang lebih rendah dapat mengurangi daya tarik Dolar dan membuka ruang bagi GBP/USD untuk rebound.
Newsmaker melihat, penguatan Pound saat ini masih rapuh karena pergerakan GBP/USD lebih banyak ditentukan oleh kekuatan Dolar daripada fundamental Inggris. Selama DXY mampu bertahan di atas 102 dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tetap tinggi, GBP/USD berpotensi menghadapi tekanan. CPI AS menjadi katalis penting yang dapat menentukan apakah Pound mampu memperpanjang rebound atau kembali berada di bawah tekanan Dolar.
Sumber: Newsmaker.id