
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang bergerak di sekitar 158,20 per dolar AS pada perdagangan Senin (12/10), dengan aktivitas pasar yang cenderung terbatas karena Jepang memperingati hari libur nasional dan pasar AS juga tutup. Meski volume perdagangan lebih tipis, perhatian investor tetap tertuju pada pergerakan Yen yang semakin mendekati level psikologis 160 per dolar, yang sebelumnya menjadi titik sensitif bagi otoritas Jepang.
Tekanan terhadap Yen masih berasal dari selisih suku bunga yang lebar antara AS dan Jepang. Biaya pinjaman di Jepang relatif rendah dibandingkan Amerika Serikat, sehingga aset berbasis dolar masih menawarkan imbal hasil yang lebih menarik. Beban utang Jepang yang besar juga menjadi kekhawatiran tambahan bagi investor dan membatasi ruang penguatan Yen.
Di sisi kebijakan moneter, pasar masih belum yakin apakah Bank of Japan (BoJ) akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Namun, ekspektasi kenaikan pada Desember atau Januari tetap terbuka. Gubernur BoJ Kazuo Ueda sebelumnya menyoroti bahwa pengetatan moneter secara cepat lebih banyak terjadi di Amerika Utara dan Eropa pada 2022, setelah gangguan rantai pasok dan pemulihan permintaan pascapandemi mendorong inflasi.
Kondisi tersebut membuat arah USD/JPY masih sangat bergantung pada bagaimana BoJ merespons pelemahan Yen dan tekanan inflasi domestik. Semakin lama BoJ mempertahankan kebijakan yang relatif longgar, semakin besar tekanan terhadap Yen, terutama ketika yield AS tetap tinggi. Sebaliknya, sinyal kenaikan suku bunga yang lebih tegas dari BoJ dapat mempersempit selisih imbal hasil dan memberikan ruang bagi Yen untuk menguat.
Newsmaker melihat, level 160 menjadi area yang sangat penting bagi USD/JPY. Jika pasangan ini semakin mendekati level tersebut, risiko intervensi pemerintah Jepang dapat meningkat dan membuat pergerakan Yen menjadi lebih volatil. Untuk saat ini, pasar masih menunggu katalis baru dari kebijakan BoJ, pergerakan yield Treasury AS, serta data ekonomi Jepang sebelum menentukan arah berikutnya.