
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia (AUD) bergerak mixed terhadap mata uang utama pada perdagangan Selasa (13/10), dengan tekanan terlihat terhadap sejumlah mata uang meskipun risalah rapat Reserve Bank of Australia (RBA) September masih menunjukkan sikap cukup hawkish. Pasar kini mulai mengalihkan perhatian pada data ekonomi berikutnya untuk melihat apakah RBA masih memiliki alasan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Fokus utama berikutnya adalah data tenaga kerja Australia September yang akan dirilis Kamis. Pasar memperkirakan ekonomi Australia menambah sekitar 20.000 lapangan kerja, melambat dibandingkan 39.500 pekerjaan pada Agustus. Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,6%. Jika data tenaga kerja kembali kuat, ekspektasi terhadap kebijakan RBA yang lebih ketat dapat meningkat dan berpotensi mendukung AUD.
Terhadap Dolar AS, AUD justru menguat sekitar 0,27% ke 0,6976. Penguatan tersebut lebih banyak didorong oleh pelemahan Dolar AS dan penurunan yield Treasury. Indeks Dolar AS (DXY) turun sekitar 0,3% ke area 102,27, memberikan ruang bagi mata uang berbasis komoditas seperti AUD untuk bergerak lebih tinggi.
Di sisi lain, perhatian pasar global saat ini tertuju pada CPI Amerika Serikat yang akan dirilis Rabu. Data inflasi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap langkah The Fed dan secara tidak langsung menentukan arah Dolar AS. CPI yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi mendorong yield dan Dolar kembali naik, sementara inflasi yang lebih rendah dapat memberikan tekanan terhadap Dolar dan membuka ruang bagi AUD untuk menguat.
Newsmaker melihat, AUD saat ini berada di antara dua katalis besar: kebijakan RBA dan arah Dolar AS. Data CPI AS akan menjadi pemicu jangka pendek, sementara data tenaga kerja Australia menjadi ujian berikutnya bagi fundamental AUD. Jika inflasi AS mereda dan pasar tenaga kerja Australia tetap solid, AUD berpotensi mendapatkan dukungan lebih lanjut.
Sumber: Newsmaker.id