
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia (AUD) bergerak menguat terhadap Dolar AS (USD) pada awal perdagangan sesi Asia Senin (12/10), dengan pasangan AUD/USD berada di sekitar 0,6985 dan kembali mendekati level psikologis 0,7000. Penguatan AUD terjadi setelah data sentimen konsumen AS menunjukkan pelemahan, sementara pasar masih menunggu risalah rapat Reserve Bank of Australia (RBA) yang akan dirilis Selasa.
Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan turun menjadi 46,3 pada Oktober, dari 48,1 pada September dan berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 47,6. Pelemahan sentimen tersebut memberikan tekanan terhadap Dolar AS. Namun, kenaikan ekspektasi inflasi konsumen AS membuat pasar tetap mempertimbangkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter The Fed.
Pasar saat ini hanya memperkirakan peluang sekitar 17,7% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober. Sementara itu, peluang kenaikan pada Desember berada di sekitar 84,1%. Artinya, meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat masih rendah, investor tetap melihat potensi pengetatan lanjutan menjelang akhir tahun.
Dari Australia, ekspektasi kenaikan suku bunga RBA pada November justru mengalami penurunan setelah data inflasi terbaru sesuai dengan perkiraan. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga RBA pada pertemuan awal November hanya sekitar 20%. Mantan anggota dewan RBA Ian Harper menilai kenaikan suku bunga tambahan tahun ini masih mungkin terjadi, tetapi belum tentu menjadi skenario utama.