
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak (XAG/USD) bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa (13/10), naik sekitar 0,35% ke US$60,53 per troy ounce dari US$60,31 pada perdagangan sebelumnya. Meski mampu mencatat kenaikan harian, pergerakan Silver masih relatif terbatas karena pasar terus mencermati arah Dolar AS, suku bunga, dan kondisi ekonomi global.
Kenaikan tipis tersebut belum cukup untuk menghapus tekanan yang dialami Silver sepanjang tahun. Sejak awal 2026, harga perak masih tercatat turun sekitar 14,85%. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun Silver sesekali mendapat dorongan dari permintaan safe haven dan ekspektasi perubahan kebijakan moneter, tekanan makroekonomi masih menjadi penghambat utama.
Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah arah kebijakan The Fed. Suku bunga yang tinggi cenderung memberikan tekanan terhadap logam mulia karena investor memiliki alternatif aset yang menawarkan imbal hasil. Sebaliknya, apabila ekspektasi pengetatan mulai berkurang dan yield obligasi turun, Silver dapat memperoleh ruang untuk kembali menarik minat investor.
Selain sebagai logam mulia, Silver juga memiliki fungsi sebagai komoditas industri, sehingga prospeknya turut dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi global. Permintaan dari sektor teknologi, energi terbarukan, dan manufaktur menjadi faktor fundamental jangka panjang. Namun, jika pertumbuhan ekonomi global melambat, permintaan industri dapat menjadi sumber tekanan tambahan bagi harga.
Newsmaker melihat, kenaikan Silver saat ini masih lebih tepat dibaca sebagai pemulihan jangka pendek daripada konfirmasi pembalikan tren. Selama tekanan dari Dolar dan suku bunga belum benar-benar mereda, ruang kenaikan Silver masih terbatas. Pasar perlu melihat apakah penguatan berikutnya mampu membentuk momentum yang lebih kuat atau justru kembali menghadapi tekanan jual.
Sumber : Newsmaker.id