
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (6/10), berada di sekitar US$85.600 setelah gagal mempertahankan penguatan menuju area US$87.000. Harga BTC masih kesulitan mengikuti reli Wall Street, meskipun S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor baru. Tekanan utama datang dari yield obligasi AS yang tetap berada di level tinggi.
Tekanan dari pasar obligasi mulai sedikit mereda. Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 5,27%–5,30% setelah sempat menyentuh 5,349% pada Senin, level tertinggi sejak 2002. Penurunan yield memberikan sedikit ruang bagi aset berisiko seperti kripto, tetapi levelnya masih cukup tinggi untuk membatasi permintaan terhadap Bitcoin.
Ekspektasi kebijakan The Fed juga mulai lebih bersahabat. Pasar kini memperkirakan sekitar 78% peluang suku bunga dipertahankan pada pertemuan 27–28 Oktober, setelah data tenaga kerja AS yang lemah mengurangi urgensi kenaikan bunga lanjutan. Namun, inflasi yang masih tinggi membuat kemungkinan pengetatan pada Desember belum sepenuhnya hilang. Fokus selanjutnya tertuju pada FOMC Meeting Minutes Rabu.
Dari sisi inflasi, penurunan harga energi menjadi sentimen positif. Brent turun ke sekitar US$98,48 per barel dan WTI ke US$88,01, seiring membaiknya ekspor minyak Timur Tengah serta rencana pelepasan cadangan darurat oleh negara-negara G7. Turunnya minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan berpotensi mengurangi tekanan pada yield obligasi.
Sentimen regulasi AS juga semakin konstruktif bagi industri kripto. CFTC mengusulkan kerangka pengawasan federal baru untuk platform yang menawarkan transaksi aset digital dengan leverage atau margin. Sementara itu, SEC sebelumnya memberikan “Innovation Exemption” sementara untuk memfasilitasi perdagangan saham AS yang ditokenisasi, memperkuat ekspektasi integrasi antara pasar keuangan tradisional dan blockchain.
Pergerakan altcoin juga masih relatif terbatas. Ethereum berada di sekitar US$2.715, sementara Solana bergerak di sekitar US$120. Kondisi tersebut menunjukkan investor belum melakukan rotasi agresif ke pasar kripto meskipun sentimen regulasi membaik.
Analisis Newsmaker:
Fundamental Bitcoin saat ini cenderung netral dengan tekanan bearish jangka pendek. Penurunan yield, minyak, dan peluang The Fed menahan bunga menjadi faktor pendukung, tetapi yield AS yang masih berada di atas 5% membuat ruang kenaikan BTC terbatas. Area US$87.000 menjadi resistance penting; penembusan yang solid dapat membuka peluang menuju US$90.000. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas area US$85.000 dapat kembali membawa Bitcoin menghadapi tekanan jual. FOMC Minutes dan arah yield Treasury akan menjadi katalis utama berikutnya.
Sumber : Newsmaker.id