
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
Euro kembali melemah pada perdagangan Selasa (6/10), bergerak mendekati level terendah dalam 17 bulan terhadap dolar AS. Tekanan terhadap mata uang tunggal Eropa terutama berasal dari meningkatnya kekhawatiran mengenai kondisi fiskal Prancis dan risiko kenaikan biaya pinjaman. Investor menilai persoalan utang dan ketidakpastian politik dapat semakin membebani perekonomian kawasan Euro.
Kekhawatiran tersebut menguat setelah Bank Sentral Prancis memperingatkan bahwa tingginya biaya pinjaman dapat semakin menekan kondisi keuangan negara apabila pemerintah gagal memperbaiki posisi fiskalnya. Prancis menghadapi tantangan berupa defisit anggaran yang besar dan utang publik yang tinggi. Kondisi ini membuat investor semakin berhati-hati terhadap aset Prancis dan turut memberikan tekanan terhadap euro.
Perhatian pasar kini beralih pada perkembangan politik domestik Prancis, termasuk usulan anggaran alternatif dari Marine Le Pen dan partainya. Investor akan mencermati bagaimana rencana tersebut dapat memengaruhi strategi pengurangan defisit dalam beberapa tahun ke depan. Jika ketidakpastian politik dan fiskal semakin meningkat, risiko pelebaran selisih imbal hasil obligasi Prancis terhadap negara Eropa lainnya dapat kembali menjadi tekanan bagi euro.
Di sisi lain, tekanan terhadap euro terjadi ketika dolar AS masih bertahan kuat. Dolar mendapat dukungan dari tingginya yield Treasury AS serta kekhawatiran inflasi yang masih terlihat pada sektor jasa Amerika Serikat. Meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober telah menurun setelah data tenaga kerja AS melemah, keunggulan imbal hasil dolar masih membuat euro relatif kurang menarik bagi investor.
Tekanan terhadap euro saat ini bukan hanya berasal dari perbedaan kebijakan moneter dengan Amerika Serikat, tetapi juga meningkatnya risiko fiskal dan politik di Eropa. Selama persoalan anggaran Prancis belum menunjukkan penyelesaian yang jelas, ruang penguatan euro masih terbatas. Pasar selanjutnya akan mencermati perkembangan politik Prancis, kebijakan fiskal pemerintah, serta arah yield obligasi Eropa dan AS sebagai penentu pergerakan EUR/USD.