
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas berbalik menguat pada perdagangan Selasa, seiring penurunan harga minyak yang membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi berbasis energi. Optimisme mengenai kembali meningkatnya aliran pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah turut menekan harga energi dan mengurangi kekhawatiran bahwa bank sentral perlu segera memperketat kebijakan moneter.
Pada pukul 04.52 ET atau 08.52 GMT, harga emas spot naik sekitar 0,3% menjadi $4.151,89 per troy ounce. Sementara itu, emas berjangka menguat 0,5% ke level $4.179,15 per troy ounce.
Sentimen pasar membaik setelah data pengiriman yang dikutip Reuters menunjukkan eksportir minyak Teluk mampu melampaui tingkat ekspor sebelum perang selama sekitar separuh September. Data Kpler mencatat rata-rata pergerakan tujuh hari ekspor minyak mentah dari kawasan tersebut mencapai 18,3 juta barel per hari pada 30 September.
Volume ekspor bahkan tercatat berada di atas level sebelum pecahnya perang Iran pada akhir Februari selama 14 hari sepanjang September. Kondisi ini meningkatkan harapan bahwa pasokan minyak mentah dari kawasan Teluk mulai kembali mengalir ke pasar global, meskipun risiko serangan terhadap kapal tanker dan kapal komersial masih membayangi.
Gangguan pasokan sebelumnya meningkat setelah Iran nyaris menutup Selat Hormuz menyusul pecahnya perang. Jalur tersebut merupakan salah satu rute energi paling penting dunia karena sebelum konflik sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global melewatinya. Konflik kemudian meluas ke kawasan lain, termasuk Yaman, tempat kelompok Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah yang bersekutu dengan Arab Saudi memperebutkan pengaruh di sekitar Selat Bab el-Mandeb.
Meredanya kekhawatiran pasokan juga didukung komitmen negara-negara Kelompok Tujuh (G7) untuk melepas cadangan energi darurat. Kombinasi peningkatan aliran minyak dari Teluk dan tambahan pasokan tersebut membuat harga Brent bergerak turun ke sekitar $99,50 per barel.
Bagi emas, pelemahan harga minyak menjadi sentimen positif karena tekanan energi yang lebih rendah dapat membantu menekan risiko inflasi. Jika kekhawatiran inflasi mereda, kebutuhan bank sentral untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih agresif juga berpotensi berkurang. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi emas untuk kembali mendapatkan dukungan setelah sebelumnya menghadapi tekanan dari ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi.(mrv)*
Source : Newsmaker.ida