
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak bergerak relatif stabil pada perdagangan Selasa (6/10) setelah sebelumnya turun sekitar 2% pada sesi Senin. Brent berada di sekitar US$100,73 per barel, sementara WTI diperdagangkan di kisaran US$91,68 per barel. Pasar menimbang peningkatan ekspor dari kawasan Teluk dan pemangkasan harga minyak Saudi terhadap risiko geopolitik yang masih tinggi.
Pasokan dari Timur Tengah mulai menunjukkan pemulihan. Kuwait mengatakan produksi minyaknya telah kembali ke sekitar 75% dari level sebelum perang, sementara Irak berupaya menambah kapal untuk meningkatkan pengiriman melalui Selat Hormuz. Semakin banyak tanker juga mulai mengambil risiko melintasi jalur tersebut meskipun ancaman keamanan belum sepenuhnya mereda.
Tekanan tambahan datang dari langkah Saudi Aramco yang memangkas harga jual Arab Light untuk pembeli Asia ke level terendah dalam enam tahun. Strategi tersebut dinilai sebagai upaya mempertahankan pangsa pasar di tengah meningkatnya pasokan dan mulai longgarnya kondisi pasar minyak mentah.
Meski demikian, pasar produk olahan masih menghadapi tekanan. Gangguan pasokan dari Rusia akibat serangan Ukraina membuat diesel dan produk energi lainnya tetap ketat, mendorong negara-negara G7 dan mitranya menambah pelepasan cadangan darurat. Kondisi ini membuat pasar minyak mentah dan produk olahan memberikan sinyal yang berbeda.
Risiko geopolitik juga belum hilang. Pasukan yang didukung Arab Saudi dilaporkan merebut Mocha di Yaman dan bergerak menuju kawasan strategis Bab el-Mandeb. Eskalasi konflik di sekitar jalur pelayaran tersebut tetap menjadi ancaman terhadap ekspor energi dan membatasi ruang penurunan harga minyak.
Analisis Newsmaker: Pemulihan pasokan Teluk, diskon harga Saudi, dan pelepasan cadangan darurat menjadi faktor bearish bagi minyak. Namun, risiko serangan di Hormuz dan Bab el-Mandeb serta ketatnya pasar diesel membuat harga sulit turun terlalu dalam. Fokus berikutnya tertuju pada laporan Short-Term Energy Outlook dari EIA dan perkembangan keamanan Timur Tengah sebagai penentu arah minyak berikutnya. (asd)
Sumber: Newsmaker.id