
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (15/10), setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$80.600, setelah sebelumnya sempat turun ke area US$80.360. Data pasar menunjukkan tekanan masih terjadi pada aset kripto utama sepanjang perdagangan hari ini.
Tekanan terhadap Bitcoin mulai meningkat sejak Rabu setelah data Consumer Price Index (CPI) AS menunjukkan inflasi tahunan September mencapai 3,7%, di atas ekspektasi 3,6%. Kondisi tersebut membuat pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi minat investor terhadap aset berisiko seperti cryptocurrency.
Sejumlah aset kripto utama lainnya juga mengalami tekanan. Ethereum berada di sekitar US$2.420, Solana sekitar US$104, XRP sekitar US$1,33, sementara BNB berada di kisaran US$730. Data perdagangan terbaru menunjukkan Ethereum, XRP, dan Solana turut mengalami pelemahan, menandakan tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin tetapi juga meluas ke pasar altcoin.
Sentimen negatif juga diperkuat oleh pelemahan pasar saham global. Nasdaq dan S&P 500 mengalami penurunan tajam pada perdagangan sebelumnya setelah investor mengurangi eksposur terhadap saham teknologi dan sektor AI. Di Asia, tekanan bahkan lebih besar terlihat pada Kospi yang turun 7,5%, dengan Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 9,5% dan 11%. Kondisi ini menunjukkan investor sedang mengurangi risiko di berbagai kelas aset.
Pergerakan kripto selanjutnya akan sangat bergantung pada ekspektasi suku bunga AS dan kemampuan Bitcoin mempertahankan area US$80.000. Jika tekanan dari dolar, yield, dan kebijakan The Fed terus meningkat, volatilitas Bitcoin dan altcoin berpotensi tetap tinggi. Sebaliknya, apabila pasar mulai melihat peluang pengetatan yang lebih terbatas, aset kripto berpotensi mendapatkan ruang untuk melakukan pemulihan.
Analisis Newsmaker: Tekanan terhadap Bitcoin dan pasar kripto saat ini terutama berasal dari perubahan ekspektasi suku bunga The Fed setelah CPI AS lebih panas dari perkiraan. Selama peluang kenaikan suku bunga tetap meningkat, investor cenderung lebih selektif terhadap aset berisiko, sehingga Bitcoin masih berpotensi bergerak volatil di sekitar area US$80.000. Pelemahan saham teknologi global juga menjadi sentimen tambahan yang membebani kripto, sementara arah berikutnya akan sangat bergantung pada data PPI AS dan perkembangan ekspektasi kebijakan The Fed.
Sumber: Newsmaker.id