
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) kembali menguat pada perdagangan Kamis dan mempertahankan momentum positif di atas level US$4.150 per troy ounce. Penguatan terjadi setelah dolar AS melemah dari level tertinggi 18 bulan, sementara penurunan yield obligasi pemerintah AS memberikan dukungan tambahan bagi aset safe haven yang tidak memberikan imbal hasil.
Reaksi awal pasar terhadap data inflasi AS yang lebih panas mulai mereda. Data Consumer Price Index (CPI) September menunjukkan inflasi tahunan meningkat dari 3,4% menjadi 3,7%, melampaui ekspektasi pasar. Core CPI juga naik menjadi 2,6% dari 2,4% pada Agustus, menunjukkan tekanan harga yang semakin luas di perekonomian AS.
Meski inflasi masih tinggi, pasar menilai Federal Reserve kemungkinan tidak terburu-buru menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober. Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly mengatakan The Fed kemungkinan masih perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut, tetapi tidak memberikan sinyal bahwa kenaikan tersebut harus dilakukan pada pertemuan Oktober.
Penurunan yield Treasury AS kemudian memberikan tekanan terhadap dolar dan membantu emas memulihkan sebagian penurunannya. Namun, prospek kebijakan The Fed masih menjadi faktor penting karena inflasi yang didorong kenaikan harga energi dapat kembali memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.
Pasar selanjutnya akan mengalihkan perhatian pada data Producer Price Index (PPI) AS yang akan dirilis Kamis. Data tersebut akan menjadi tambahan petunjuk mengenai tekanan inflasi dan arah kebijakan The Fed. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan pelemahan dolar, emas berpeluang mempertahankan momentum positif, tetapi investor tetap perlu mewaspadai potensi volatilitas menjelang rilis data PPI. (asd)
Sumber: Newsmaker.id