
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS melemah pada perdagangan Kamis (15/10) setelah sempat mencapai level tertinggi dalam 18 bulan pada sesi sebelumnya. Indeks Dolar AS (DXY) kini berada di sekitar 102,11, turun sekitar 0,43% dalam perdagangan sesi Eropa. Pelemahan terjadi seiring penurunan tajam yield Treasury AS dan komentar hati-hati sejumlah pejabat Federal Reserve yang meredam ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober.
Penurunan dolar memberikan ruang bagi mata uang utama lainnya untuk menguat. Euro naik sekitar 0,5% ke US$1,1216, sementara Pound Sterling menguat 0,5% ke US$1,3253. Pound juga mendapatkan dukungan dari data yang menunjukkan ekonomi Inggris tumbuh 0,1% pada Agustus, berlawanan dengan ekspektasi kontraksi.
Di pasar obligasi, yield Treasury AS 10 tahun turun ke sekitar 5,09%, sementara yield 30 tahun berada di sekitar 5,43%. Penurunan yield tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menekan dolar, meskipun data CPI AS sebelumnya menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara ekspektasi kebijakan The Fed dan permintaan terhadap aset safe haven.
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober sempat melonjak setelah rilis CPI, tetapi kembali mereda setelah Wakil Ketua The Fed Michelle Bowman dan Presiden Fed San Francisco Mary Daly menyampaikan bahwa bank sentral masih dapat menunggu perkembangan data sebelum mengambil langkah berikutnya. Pasar kini menilai data ekonomi tambahan masih diperlukan untuk menentukan arah kebijakan.
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada data Producer Price Index (PPI) dan penjualan ritel AS yang akan dirilis hari ini. PPI akan menjadi penting karena dapat memberikan gambaran mengenai tekanan biaya di tingkat produsen. Jika data kembali panas, dolar berpotensi mendapatkan tekanan balik melalui kenaikan ekspektasi suku bunga. Sebaliknya, data yang lebih rendah dapat memperkuat pelemahan dolar dan mendorong pemulihan mata uang utama lainnya.
Pergerakan dolar juga akan dipengaruhi oleh pidato sejumlah pejabat The Fed, termasuk Ketua Kevin Warsh pada Jumat. Dengan DXY yang masih berada dekat level tertinggi 18 bulan meski telah terkoreksi, pasar kini berada dalam fase menunggu katalis baru untuk menentukan apakah pelemahan dolar hanya bersifat sementara atau menjadi awal koreksi yang lebih dalam.
Analisis Newsmaker: Dolar AS saat ini berada dalam fase koreksi setelah reli kuat ke level tertinggi 18 bulan, dengan penurunan yield Treasury menjadi faktor utama yang menekan DXY. Meski CPI AS masih panas, komentar hati-hati pejabat The Fed membuat pasar kembali mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober. Namun, pelemahan dolar belum bisa dianggap sebagai pembalikan tren karena PPI dan retail sales AS masih berpotensi mengubah ekspektasi pasar. Jika kedua data kembali kuat, dolar berpeluang menguat lagi; sebaliknya, data yang lebih lemah dapat memperbesar tekanan terhadap DXY dan membuka ruang penguatan bagi euro, pound, serta aset berbasis komoditas.
Sumber: Newsmaker.id