
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 4,9% ke level 64.426 pada penutupan perdagangan Kamis (15/10), mencatat penurunan harian terbesar sejak Maret. Pelemahan tajam terjadi setelah aksi jual saham teknologi semakin intensif akibat kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi besar-besaran pada sektor kecerdasan buatan (AI).
Saham teknologi dan perusahaan yang terkait dengan AI menjadi sumber tekanan terbesar. Kioxia merosot 12,5%, Advantest anjlok 14,2%, SoftBank Group turun 8,9%, Taiyo Yuden melemah 10%, sementara Lasertec jatuh 13,3%. Investor mulai mempertanyakan tingginya valuasi perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap pembangunan infrastruktur AI global.
Tekanan juga merambah sektor perbankan dengan Mitsubishi UFJ turun 1,6%, Sumitomo Mitsui melemah 1,7%, dan Mizuho Financial terkoreksi 2,7%. Kekhawatiran terhadap inflasi yang didorong oleh kenaikan harga energi turut meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat, sehingga menambah tekanan terhadap aset berisiko.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen pasar Jepang saat ini sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan valuasi sektor teknologi. Pelemahan Nikkei juga mencerminkan aksi profit taking yang lebih agresif setelah reli sebelumnya, terutama pada saham-saham yang dianggap memiliki valuasi tinggi akibat optimisme terhadap prospek AI. (asd)
Sumber: Newsmaker. id