
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 ditutup nyaris tidak berubah di level 69.031 pada perdagangan Jumat (9/10), setelah sempat mengalami tekanan pada awal sesi. Pergerakan indeks membaik setelah muncul laporan bahwa OpenAI memperkirakan pendapatan tahunan perusahaan dapat mencapai atau melampaui US$70 miliar pada akhir tahun. Kabar tersebut membantu meredakan kekhawatiran sebelumnya terkait prospek pendapatan industri AI.
Sebelumnya, laporan mengenai pendapatan tahunan OpenAI yang berada sekitar US$20 miliar di bawah angka yang sebelumnya diperkirakan sempat memicu aksi jual saham teknologi. Perbedaan proyeksi tersebut membuat investor kembali mempertanyakan apakah pertumbuhan pendapatan perusahaan AI mampu membenarkan besarnya investasi yang telah dikeluarkan untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan.
Selain sentimen AI, pasar saham Jepang turut mendapatkan dukungan dari penurunan yield obligasi dan harga minyak. Harga minyak melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang melakukan “diskusi produktif” dengan Iran dan tidak akan menyerang negara tersebut sebelum pemilu sela. Meredanya risiko geopolitik dalam jangka pendek membantu memperbaiki sentimen terhadap aset berisiko.
Namun, tekanan terhadap sektor teknologi belum sepenuhnya hilang. Kioxia Holdings turun 2,2%, SoftBank Group melemah 3,9%, dan Murata Manufacturing terkoreksi 3,6%. Pergerakan tersebut menunjukkan investor masih berhati-hati terhadap saham yang memiliki eksposur besar terhadap tema AI, terutama karena valuasi dan besarnya kebutuhan investasi sektor tersebut masih menjadi perhatian.
Newsmaker melihat, pergerakan Nikkei hari ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase tarik-menarik antara optimisme AI dan kekhawatiran terhadap valuasinya. Perbaikan proyeksi pendapatan OpenAI mampu meredakan sebagian tekanan, tetapi belum cukup untuk mengembalikan minat beli secara luas pada saham teknologi. Ke depan, arah Nikkei akan dipengaruhi oleh perkembangan pendapatan perusahaan AI, pergerakan yield global, harga minyak, serta sentimen Wall Street.