
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound sterling menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (15/10), dengan pasangan GBP/USD bergerak di sekitar level 1,3230 pada awal sesi Asia. Penguatan terjadi menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi (GDP) Inggris dan inflasi produsen (PPI) AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga kedua negara.
Di Amerika Serikat, data inflasi konsumen (CPI) yang lebih tinggi dari perkiraan kembali memunculkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang sebesar 75,1% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober, sementara pengetatan moneter sekitar 79 basis poin diperkirakan hingga akhir 2027.
Sementara itu, Kepala Ekonom Bank of England (BoE), Huw Pill, menyatakan keraguannya terhadap perkiraan pasar mengenai empat kali kenaikan suku bunga Inggris dalam satu tahun ke depan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa BoE masih mempertimbangkan kondisi ekonomi sebelum mengambil langkah pengetatan lebih lanjut.
Gubernur BoE Andrew Bailey juga memperingatkan bahwa konflik geopolitik yang berkepanjangan dapat meningkatkan tekanan inflasi. Meski dampaknya terhadap inflasi secara luas masih terbatas, sejumlah pejabat BoE menilai kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan apabila tekanan harga terus meningkat.
Saat ini, pasar memperkirakan kenaikan suku bunga BoE sebesar 25 basis poin pada pertemuan November hampir pasti terjadi, dengan tiga kenaikan tambahan hingga September 2027. Ke depan, pergerakan GBP/USD akan bergantung pada hasil GDP Inggris, PPI AS, serta perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga BoE dan The Fed.