
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Indeks saham Amerika Serikat melemah tajam pada perdagangan Rabu (14/10) setelah data inflasi September menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan. S&P 500 turun 1,11% ke 7.718,94, sementara Nasdaq Composite merosot 1,88% ke 26.692,87. Dow Jones Industrial Average juga turun 48,62 poin atau 0,09% ke 51.621,48, meskipun kenaikan saham sektor kesehatan membantu membatasi pelemahan indeks.
Tekanan terhadap pasar semakin kuat setelah data Consumer Price Index (CPI) menunjukkan inflasi AS naik 0,6% secara bulanan dan 3,7% secara tahunan pada September. Angka tahunan tersebut berada di atas ekspektasi ekonom sebesar 3,6%. Sementara itu, Core CPI yang tidak memasukkan harga makanan dan energi meningkat 0,3% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan, juga sedikit di atas perkiraan masing-masing 0,2% dan 2,5%.
Data inflasi yang lebih panas meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga, terutama pada Desember, karena tekanan inflasi yang masih tinggi dapat menyulitkan The Fed untuk melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat.
Selain faktor inflasi, saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) turut menjadi sumber tekanan utama di Wall Street. Investor mulai melakukan aksi jual setelah valuasi sektor AI dinilai tinggi, sementara kenaikan suku bunga meningkatkan biaya pendanaan dan membuat aset berisiko menjadi kurang menarik. Kondisi tersebut membuat Nasdaq mengalami penurunan lebih dalam dibandingkan indeks utama lainnya.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id