
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia melemah hingga di bawah level US$0,7000 pada perdagangan Kamis (15/10), menyentuh posisi terendah dalam dua pekan. Pelemahan terjadi setelah laporan ketenagakerjaan September menunjukkan peningkatan pengangguran dan penurunan jumlah pekerjaan, sehingga investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Reserve Bank of Australia (RBA).
Tingkat pengangguran Australia tercatat sebesar 4,7%, lebih tinggi dari perkiraan pasar 4,6%. Sementara itu, jumlah pekerjaan secara keseluruhan berkurang 39.300, berbanding terbalik dengan ekspektasi penambahan 20.000 pekerjaan. Meski demikian, jumlah pekerja penuh waktu meningkat sebanyak 34.400.
Data tersebut menunjukkan tanda-tanda melemahnya pasar tenaga kerja Australia setelah RBA menaikkan suku bunga sebesar 1 poin persentase menjadi 4,60% sepanjang tahun ini. Kebijakan tersebut merupakan salah satu langkah pengetatan moneter paling agresif di antara negara maju untuk mengendalikan tekanan inflasi.
Setelah laporan dirilis, peluang kenaikan suku bunga RBA pada November turun menjadi kurang dari 20%, dari sebelumnya 35%. Sementara itu, probabilitas kenaikan pada Desember menyusut menjadi 40% dari 60%. Pasar juga mulai menggeser perkiraan kenaikan suku bunga berikutnya, dengan Mei 2027 mencatat probabilitas tertinggi sekitar 80%.
Ke depan, pelemahan pasar tenaga kerja berpotensi membuat RBA lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga. Berkurangnya ekspektasi pengetatan moneter dapat terus menekan dolar Australia, sementara arah AUD/USD selanjutnya akan bergantung pada perkembangan inflasi, kondisi ketenagakerjaan, dan kebijakan suku bunga RBA.