
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok lebih dari 3% menuju level 65.000 pada perdagangan Kamis (15/10). Pelemahan ini memperpanjang tren penurunan menjadi enam sesi berturut-turut dan membawa indeks ke posisi terendah dalam dua pekan, setelah inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga.
Tekanan juga datang dari Wall Street yang mengalami aksi jual saham teknologi pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan biaya pinjaman dikhawatirkan membebani perusahaan teknologi, terutama yang mengeluarkan investasi besar untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Saham-saham terkait AI memimpin pelemahan di Jepang. Kioxia Holdings merosot 9,1%, Lasertec turun 8,8%, SoftBank Group melemah 7,8%, Advantest kehilangan 7,4%, sementara Taiyo Yuden terkoreksi 4,5%.
Sektor perbankan turut mengalami tekanan, dengan saham Mitsubishi UFJ dan Sumitomo Mitsui masing-masing turun 1,1%, sedangkan Mizuho Financial melemah 1,8%. Penurunan tersebut terjadi meskipun data ekonomi Jepang menunjukkan pesanan mesin inti pada Agustus meningkat lebih tinggi dari perkiraan, yang menjadi sinyal positif bagi investasi bisnis.
Ke depan, pergerakan Nikkei diperkirakan masih dipengaruhi kekhawatiran terhadap suku bunga AS dan sentimen saham teknologi global. Jika tekanan jual di Wall Street berlanjut dan ekspektasi kenaikan bunga The Fed meningkat, indeks Nikkei berisiko kembali melemah meskipun indikator investasi domestik menunjukkan perbaikan.