
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak ditutup menguat pada perdagangan Rabu (14/10) setelah pasar mencermati laporan terbaru International Energy Agency (IEA) mengenai kondisi pasar energi global. Brent crude naik 37 sen menjadi US$106,06 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 95 sen ke US$95,09 per barel.
Dalam laporan bulanannya, IEA memperingatkan bahwa tekanan di pasar diesel berpotensi berlanjut hingga 2027. Kondisi tersebut diperburuk oleh meningkatnya serangan di Arab Saudi yang berisiko mengganggu pemulihan pasokan minyak global. IEA juga menyoroti tantangan pasokan produk bahan bakar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali meningkat. Kementerian Energi Saudi mengatakan sebuah gedung administratif milik Saudi Aramco di Dhahran menjadi sasaran serangan pada Rabu dini hari. Tidak ada laporan mengenai korban luka dalam serangan tersebut. Sebelumnya, Houthi juga melancarkan sejumlah serangan terhadap Riyadh, termasuk serangan mematikan di bandara internasional kota tersebut.
Serangan terhadap fasilitas energi Saudi terjadi bersamaan dengan aksi saling serang di Yaman. Menurut laporan Al Jazeera, fasilitas energi dan cadangan bahan bakar Houthi di Yaman turut menjadi sasaran koalisi yang dipimpin Saudi. Perkembangan tersebut meningkatkan perhatian pasar terhadap potensi gangguan terhadap infrastruktur energi di kawasan.
Ketegangan juga masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, terutama terkait Selat Hormuz. Komando Pusat AS membantah klaim komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran bahwa Iran menguasai jalur strategis tersebut dan mengancam akan menenggelamkan kapal perang AS yang mendekat. Perkembangan di Timur Tengah kini menjadi perhatian utama pasar karena dapat memengaruhi keamanan pasokan dan jalur distribusi energi global.
Sumber: Newsmaker.id