
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa berakhir melemah pada Selasa (13/10) setelah kenaikan di awal perdagangan berbalik menjadi tekanan jual. Euro STOXX 50 turun 0,6% ke level 6.170, sementara STOXX Europe 600 melemah 0,2% ke 635. Tekanan utama datang dari sektor infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan sejumlah saham industri besar.
Sektor teknologi menjadi salah satu pemberat utama setelah ASML merosot 4,2% menjelang laporan kinerjanya pekan ini. Pelemahan tersebut mengikuti aksi jual saham produsen chip di sejumlah negara Barat setelah perusahaan chip China, CXMT, mengumumkan perkembangan baru dalam teknologi memori yang dinilai mampu menyaingi kompetitor dari Korea Selatan dan Amerika Serikat. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap persaingan industri chip global dan valuasi perusahaan yang berkaitan dengan AI.
Sentimen negatif juga datang dari sektor barang mewah. LVMH berakhir sedikit lebih rendah setelah pendapatan divisi fashion dan leather goods turun 5% secara tahunan pada kuartal III akibat perlambatan penjualan di China. Kekhawatiran terhadap pelemahan konsumsi China turut menekan saham Hermès setelah sejumlah analis dan broker menurunkan rekomendasi terhadap saham tersebut. Di sisi lain, sektor perbankan relatif lebih kuat, dengan UniCredit dan Nordea masing-masing menguat hampir 1%.
Pelemahan saham Eropa berpotensi memberikan dukungan terhadap dolar AS apabila investor meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Tekanan pada sektor teknologi dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan global juga dapat mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko. Namun, arah dolar tetap akan sangat bergantung pada data ekonomi AS dan ekspektasi kebijakan The Fed. Bagi trader, pergerakan indeks Eropa dapat menjadi salah satu indikator sentimen risiko sebelum memasuki sesi Amerika.
Sumber: Newsmaker.id