
Trending
Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas berjangka bergerak terbatas dan berakhir melemah menjelang rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat pada Rabu (13/10). Investor masih menunggu data inflasi tersebut untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed. Harga emas spot turun 0,4% menjadi $4.154,99 per ons pada pukul 13.36 EDT. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,3% menjadi $4.719 per ons.
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober masih relatif rendah, meskipun pasar tetap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember cukup kuat. Kondisi tersebut membuat ruang penguatan emas masih terbatas karena suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Perhatian utama kini tertuju pada CPI dan PPI AS yang akan menjadi penggerak volatilitas market. Jika data inflasi lebih rendah dari perkiraan, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dapat meningkat sehingga dolar dan yield berpotensi tertekan. Kondisi tersebut dapat membuka ruang bagi emas untuk melakukan rebound. Sebaliknya, data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi memperkuat dolar dan mendorong yield naik, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas.
Bagi trader XAUUSD, CPI menjadi katalis penting untuk menentukan apakah tekanan bearish saat ini hanya merupakan konsolidasi atau awal dari koreksi lebih dalam. Fokus bukan hanya pada angka headline CPI, tetapi juga core CPI dan bagaimana pasar merespons melalui pergerakan DXY serta Treasury yield. Selama dolar dan yield tetap kuat, peluang rebound emas cenderung terbatas; namun jika keduanya mulai melemah setelah rilis data, peluang gold untuk kembali menguat dapat terbuka.
Sumber: Newsmaker.id