
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (14/10), dengan pasangan AUD/USD bergerak di sekitar level 0,6990 selama sesi Asia. Kenaikan ini menjadi penguatan hari kedua berturut-turut, didukung oleh pelemahan dolar AS dan respons pasar terhadap data inflasi terbaru dari China. Sebagai salah satu mitra dagang terbesar Australia, perkembangan ekonomi China memiliki pengaruh penting terhadap pergerakan mata uang Australia, terutama melalui prospek permintaan komoditas dan aktivitas perdagangan kedua negara.
Berdasarkan data Biro Statistik Nasional China, inflasi konsumen atau Consumer Price Index (CPI) tahunan meningkat menjadi 0,9% pada September dari 0,8% pada Agustus, meskipun masih sedikit di bawah perkiraan pasar sebesar 1,0%. Secara bulanan, CPI China tumbuh 0,2%, melambat dari kenaikan sebelumnya sebesar 0,4% dan berada di bawah ekspektasi 0,3%. Sementara itu, Producer Price Index (PPI), yang mengukur perubahan harga di tingkat produsen, melonjak menjadi 5,0% secara tahunan dari 3,8% pada bulan sebelumnya. Angka tersebut melampaui perkiraan pasar sebesar 4,5%, menunjukkan meningkatnya tekanan harga pada sektor produksi China.
Penguatan dolar Australia juga mendapat dukungan dari melemahnya dolar AS setelah pernyataan Presiden Federal Reserve New York, John Williams. Dalam komentarnya pada Selasa, Williams menyampaikan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin diperlukan sepanjang 2026, tetapi belum melihat kebutuhan untuk kembali menaikkan suku bunga pada 2027. Pernyataan tersebut meredakan sebagian kekhawatiran mengenai pengetatan moneter berkepanjangan dan memberikan tekanan terhadap dolar AS. Namun, pelaku pasar masih memperhitungkan kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tambahan pada 2027, sehingga ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Fed belum sepenuhnya hilang.
Perhatian investor kini beralih pada rilis data inflasi Amerika Serikat periode September yang dijadwalkan pada Rabu. CPI tahunan AS diperkirakan meningkat menjadi 3,6% dari sebelumnya 3,4%, sementara inflasi inti atau Core CPI yang mengecualikan komponen makanan dan energi diproyeksikan naik menjadi 2,5% dari 2,4%. Data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi pasar untuk menilai langkah suku bunga The Fed berikutnya. Apabila inflasi melampaui perkiraan, dolar AS berpeluang kembali menguat karena meningkatnya ekspektasi pengetatan moneter. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi dapat memperpanjang pelemahan dolar AS dan memberikan ruang penguatan bagi dolar Australia.
Ke depan, pergerakan AUD/USD diperkirakan masih dipengaruhi oleh kombinasi perkembangan ekonomi China, kebijakan suku bunga AS, dan sentimen pasar global. Secara psikologis, level 0,7000 menjadi area penting yang perlu diperhatikan setelah pasangan mata uang tersebut bergerak mendekatinya. Apabila dolar AS terus melemah dan hasil CPI AS lebih rendah dari perkiraan, AUD/USD berpeluang menembus area tersebut dan mempertahankan momentum positifnya. Namun, jika inflasi AS menunjukkan tekanan yang lebih kuat, kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar dapat membatasi pergerakan dolar Australia. Dengan demikian, meskipun AUD/USD masih menunjukkan kecenderungan positif, keberlanjutan penguatannya akan sangat bergantung pada hasil CPI AS dan respons pasar terhadap arah kebijakan The Fed.