
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
USD/JPY bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (16/10) di sekitar 158,05, tetapi berada di jalur penurunan mingguan pertama dalam lima pekan. Pelemahan dolar AS hingga level terendah dua pekan menjadi faktor utama yang menahan USD/JPY, setelah yield Treasury AS turun tajam akibat aksi jual saham terkait kecerdasan buatan (AI) yang mendorong investor beralih ke obligasi pemerintah.
Indeks Dolar AS (DXY) berada di sekitar 101,72, turun dari level 102,94 yang sempat dicapai pada awal pekan dan menjadi level tertinggi sejak April 2025. Pelemahan dolar terjadi meskipun data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Namun, pasar menilai The Fed kemungkinan akan menahan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober.
Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pidatonya di Bangkok pada Jumat kembali menghindari pemberian panduan mengenai arah suku bunga. Warsh menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mendahului keputusan setiap pertemuan dan kembali menekankan komitmen The Fed untuk menjaga stabilitas harga. Pasar kini melihat Desember sebagai waktu yang lebih mungkin untuk kenaikan berikutnya, dengan probabilitas sekitar 90%.
Di Jepang, Bank of Japan (BoJ) tetap berada dalam jalur pengetatan secara bertahap, tetapi langkah tersebut belum cukup kuat untuk memberikan dukungan signifikan terhadap yen. Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengatakan kondisi keuangan yang akomodatif masih mendukung aktivitas ekonomi, namun memperingatkan risiko inflasi yang melampaui target 2%.
Ueda juga menegaskan bahwa waktu dan kecepatan penyesuaian kebijakan berikutnya akan bergantung pada prospek ekonomi dan risiko yang berkembang. Sebelumnya, anggota dewan BoJ Junko Koeda menilai bank sentral tidak seharusnya terlalu berhati-hati dalam menaikkan suku bunga mengingat risiko kenaikan harga masih tinggi dan kondisi keuangan Jepang tetap longgar.
Analisis Newsmaker: USD/JPY masih berada dalam fase tarik-menarik. Pelemahan dolar dan turunnya yield Treasury AS memberikan ruang bagi yen untuk menguat, tetapi selisih suku bunga AS-Jepang yang masih lebar membuat tekanan terhadap yen tetap kuat. Sikap The Fed yang cenderung menunda kenaikan hingga Desember juga menjadi faktor penting. Jika yield AS terus turun dan BoJ semakin hawkish, USD/JPY berpeluang mendapat tekanan turun. Sebaliknya, jika ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali menguat, level 158 masih berpotensi dipertahankan.
Sumber: Newsmaker.id