
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (21/10), setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran inflasi global. Harga emas spot (XAU/USD) naik 0,3% menjadi US$4.138,17 per troy ounce pada pukul 20.28 WIB, sementara kontrak berjangka emas menguat 0,3% ke level US$4.156,25 per troy ounce. Pemulihan ini terjadi seiring melemahnya harga minyak dunia yang meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi Amerika Serikat (AS). Meski demikian, emas masih mencatat penurunan lebih dari 1% sejak awal pekan dan telah kehilangan sekitar 20% sejak konflik Iran meletus pada akhir Februari lalu.
Pelemahan harga minyak menjadi salah satu katalis yang mendukung pemulihan emas, dengan minyak mentah Brent turun 0,5% menjadi US$108,28 per barel. Penurunan tersebut terjadi setelah muncul laporan bahwa ekspor minyak dari kawasan Teluk telah kembali mendekati tingkat sebelum perang, didukung pengamanan jalur pelayaran Selat Hormuz oleh Amerika Serikat. Namun, geopolitik belum sepenuhnya dihentikan setelah muncul laporan mengenai kemungkinan Israel kembali melancarkan serangan besar terhadap Iran. Kondisi ini membuat pergerakan minyak dan emas tetap rentan terhadap perubahan sentimen, terutama karena harga energi yang berpotensi mempertahankan inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga ketat.
Perhatian investor kini pertemuan pada pertemuan Federal Reserve yang diselenggarakan berlangsung pada 27–28 Oktober 2026. Pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan tersebut, dengan peluang kenaikan sebesar 25 basis poin diperkirakan kurang dari 17%. Namun, probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Desember masih berada di kisaran 75%, mencerminkan kekhawatiran terhadap inflasi AS yang bertahan di atas target 2%. Tingginya ekspektasi suku bunga menjadi tantangan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan hasil yang tidak seimbang. Investor juga akan mencermati pergerakan dolar AS, mengembalikan hasil obligasi pemerintah AS, serta perkembangan konflik Timur Tengah untuk menentukan apakah penguatan emas dapat dilanjutkan.
Sudut Pandang Pembuat Berita
Pemulihan harga emas menuju US$4.138 menunjukkan bahwa penurunan harga minyak mulai memberikan ruang bagi emas untuk bangkit, tetapi belum cukup untuk kemurahan hati tren pelemahan yang berlangsung sebelumnya. Pasar saat ini menghadapi dua sentimen yang saling bertentangan. Meredanya harga energi berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga, sementara konflik Iran masih dapat memicu volatilitas tajam di pasar komoditas.
Dari sisi teknikal, area US$4.150 menjadi resistensi terdekat yang perlu diperhatikan. Jika emas mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang pemulihan menuju US$4.180–4.200 dapat terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan penguatan berpotensi membawa harga kembali menguji support US$4.120 hingga US$4.100 per troy ounce. Level tersebut merupakan skenario pemantauan teknikal, bukan kepastian target harga.