
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas XAU/USD berada di sekitar US$4.119 per troy ounce pada perdagangan Rabu (21/10), melanjutkan pelemahan untuk sesi keempat berturut-turut. Tekanan terhadap logam mulia muncul setelah harga minyak kembali naik sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi, sementara investor mulai mengalihkan perhatian ke pertemuan kebijakan Federal Reserve pekan depan untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga berikutnya.
Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dari Timur Tengah, terutama risiko gangguan pengiriman di Laut Merah dan ancaman terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi. Kondisi ini membuat pasar kembali mempertimbangkan kemungkinan inflasi bertahan tinggi, yang berpotensi mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Di sisi lain, pasar hampir sepenuhnya mengisyaratkan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 27-28 Oktober. Namun, peluang kenaikan pada bulan Desember masih berada di level tinggi. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi tekanan bagi emas karena meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil dibandingkan logam mulia yang tidak menghasilkan bunga.
Pergerakan dolar AS juga menjadi perhatian karena indeks dolar mulai stabil setelah sebelumnya mengalami pelemahan. Kondisi tersebut turut membatasi permintaan emas, sementara investor kini menunggu data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pekan depan yang menjadi salah satu indikator penting bagi The Fed dalam menilai tekanan inflasi.
Analisis Newsmaker: Emas masih menghadapi tekanan dari kombinasi harga minyak yang kembali naik, dolar yang mulai stabil, dan ekspektasi suku bunga tinggi. Selama inflasi belum menunjukkan tanda-tanda mereda, ruang kenaikan emas cenderung terbatas. Namun, apabila ekspektasi kenaikan suku bunga mulai menurun, emas berpotensi mendapatkan momentum untuk kembali menguat. (asd)
Sumber: Newsmaker.id