
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Wall Street bergerak melemah pada Kamis (29/10), dengan Dow Jones turun 0,35% ke 52.292,29, S&P 500 turun 0,32% ke 7.719,52, sementara Nasdaq Composite anjlok 1,20% ke 26.230,07 pada pukul 11.49 waktu AS. Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi setelah laporan keuangan Alphabet kembali memicu kekhawatiran terhadap melonjaknya biaya investasi kecerdasan buatan (AI).
Saham Alphabet anjlok setelah kinerja iklan pencarian mengecewakan dan peningkatan belanja AI memperbesar tekanan terhadap arus kas perusahaan. Saham perusahaan induk Google tersebut bahkan berada di jalur menuju penurunan harian terbesar dalam sejarahnya, sehingga menjadi sumber utama tekanan terhadap Nasdaq.
Microsoft juga melemah setelah muncul laporan mengenai rencana penerbitan obligasi dalam jumlah besar. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa ekspansi AI semakin banyak dibiayai melalui utang, sehingga meningkatkan risiko bagi perusahaan ketika biaya pinjaman masih tinggi.
Tekanan turut terlihat pada sektor semikonduktor, sementara saham teknologi besar lainnya bergerak beragam. Amazon melemah menjelang laporan keuangan, sedangkan Meta dan Apple masih menguat. Investor mulai mempertanyakan apakah besarnya belanja pusat data dan infrastruktur AI mampu menghasilkan keuntungan yang cukup untuk membenarkan valuasi perusahaan.
Meski sektor teknologi tertekan, pelemahan Wall Street tidak terjadi secara merata. Delapan dari 11 sektor S&P 500 justru bergerak menguat, dengan sektor kesehatan dan keuangan menjadi penopang utama. Eli Lilly melonjak setelah memberikan proyeksi pendapatan tahunan yang kuat, sementara Mastercard menguat setelah membukukan laba kuartalan di atas ekspektasi.
Sentimen pasar juga dipengaruhi data ekonomi AS yang menunjukkan inflasi meningkat pada September. Pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat pada kuartal III serta ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember turut membuat investor lebih berhati-hati terhadap saham teknologi yang sensitif terhadap suku bunga.
Analisis Newsmaker: Pergerakan Wall Street menunjukkan investor mulai menilai ulang reli saham AI dengan mempertimbangkan biaya dan sumber pendanaannya. Selama suku bunga masih tinggi dan belanja AI terus meningkat, perusahaan teknologi perlu membuktikan bahwa investasi besar tersebut mampu menghasilkan pertumbuhan laba dan arus kas yang sepadan. (arl)
Sumber : Newsmaker.id