
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin kembali bergerak terbatas pada Kamis (29/10) setelah gagal mempertahankan penguatan sebelumnya. BTC kini berada di sekitar US$80.000, dengan tekanan masih terlihat setelah keputusan The Fed dan rilis data ekonomi AS memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga dapat bertahan tinggi lebih lama.
Tekanan semakin terasa setelah data PCE September menunjukkan inflasi masih kuat. PCE meningkat secara tahunan, sementara core PCE juga tetap berada di atas target The Fed. Di saat yang sama, ekonomi AS tumbuh 3,4% pada kuartal III, lebih kuat dari perkiraan pasar. Kombinasi pertumbuhan yang solid dan inflasi yang persisten membuat peluang pengetatan kebijakan kembali menjadi perhatian investor.
Sebelumnya, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%–4% melalui voting 10-2. Dua pejabat memilih kenaikan suku bunga, sementara Ketua Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa inflasi masih menjadi perhatian dan bank sentral akan bergantung pada data berikutnya dalam menentukan kebijakan.
Bagi Bitcoin, kondisi tersebut menjadi tantangan karena aset kripto masih sensitif terhadap perubahan likuiditas dan selera risiko. Ekspektasi suku bunga tinggi dapat mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, sementara pelemahan saham teknologi juga memberikan tekanan tambahan terhadap pasar kripto.
Pergerakan terbatas juga terlihat pada aset kripto utama lainnya. Ethereum berada di sekitar US$2.350, XRP sekitar US$1,31, Solana sekitar US$195, Cardano sekitar US$0,61, dan BNB sekitar US$1.090. Sementara itu, sejumlah memecoin seperti Dogecoin dan TRUMP masih bergerak mengikuti arah Bitcoin dan sentimen pasar secara keseluruhan.
Di sisi teknikal, Bitcoin masih bertahan di sekitar level psikologis US$80.000 setelah sebelumnya sempat bergerak lebih rendah. Kemampuan BTC untuk kembali menembus area US$81.000–US$82.000 dapat menjadi sinyal awal pemulihan momentum, sementara kehilangan US$80.000 berpotensi meningkatkan tekanan jual.
Analisis Newsmaker: Fundamental jangka pendek pasar kripto masih menghadapi tekanan dari inflasi AS yang persisten, pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih ketat. Namun, selama Bitcoin mampu mempertahankan area US$80.000, peluang konsolidasi dan rebound tetap terbuka. Pergerakan BTC selanjutnya akan menjadi penentu arah bagi mayoritas aset kripto lainnya. (arl)
Sumber : Newsmaker.id