
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama pada Kamis (29/10) setelah data menunjukkan inflasi AS meningkat pada September. Indeks dolar (DXY) turun 0,08% ke 102,02, sementara euro menguat tipis setelah ECB mempertahankan suku bunga. Pergerakan dolar tetap terbatas karena sebagian besar data ekonomi terbaru telah diantisipasi pasar.
Data AS menunjukkan inflasi meningkat seiring kenaikan harga bensin dan sejumlah barang, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki alasan untuk menaikkan suku bunga pada Desember. Di saat yang sama, ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal III, didukung konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dan investasi bisnis berbasis AI.
Namun, pernyataan Ketua Fed Kevin Warsh memberikan sinyal yang menahan ekspektasi pengetatan lebih agresif. Warsh mengatakan inflasi dapat dikembalikan menuju target 2% tanpa harus memperlambat pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Desember mendekati 80%.
Pergerakan mata uang lain juga menunjukkan respons terhadap dinamika kebijakan global. EUR/USD berada di sekitar US$1,1163, sementara EUR/GBP melemah 0,23% ke 0,834 setelah ECB mempertahankan suku bunga. Di Swiss, USD/CHF turun 0,13% ke 0,827, menunjukkan franc Swiss masih mendapat dukungan meski dolar tetap berada pada level relatif kuat.
Di Asia, USD/JPY berada di sekitar 157,87, dengan yen masih berada di bawah tekanan menjelang keputusan Bank of Japan. Sementara itu, NZD/USD bergerak di sekitar US$0,5625 setelah sebelumnya tertekan menyusul keputusan Reserve Bank of New Zealand mempertahankan suku bunga di 2,75%.
Analisis Newsmaker: Dolar AS masih berada di persimpangan antara inflasi yang tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga di satu sisi, serta sikap Warsh yang belum memberikan sinyal pengetatan agresif di sisi lain. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada komunikasi The Fed dan data ekonomi berikutnya untuk menentukan apakah dolar mampu kembali menguat terhadap euro, yen, franc Swiss, maupun dolar Selandia Baru. (arl)
Sumber : Newsmaker.id