
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak (XAG/USD) mulai bangkit pada perdagangan Senin (2/11) dan kembali menembus level US$50 per troy ounce. Data pasar terbaru menunjukkan silver berada di sekitar US$50,27, naik sekitar 2,29% hari ini, setelah sebelumnya anjlok tajam hingga mendekati US$49.
Pemulihan tersebut terjadi setelah harga minyak kembali melemah sehingga sedikit meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Perkembangan diplomasi AS-Iran juga menjadi perhatian pasar setelah muncul laporan bahwa Washington masih memberikan ruang bagi upaya negosiasi sebelum mempertimbangkan tindakan militer lanjutan.
Meski demikian, tekanan terhadap silver belum sepenuhnya hilang. Dalam perdagangan Jumat, XAG/USD sempat mengalami penurunan lebih dari 6%, membawa harga ke sekitar US$49 dan mencatat level terendah sejak November 2025. Secara bulanan, silver masih mengalami tekanan berat setelah sebelumnya berada jauh di atas level US$50.
Dari sisi kebijakan moneter, pasar masih memperkirakan sekitar 75% peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Ekspektasi tersebut menjadi tantangan bagi silver karena kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Selain faktor suku bunga, aksi jual saham global akibat kekhawatiran terhadap tingginya investasi kecerdasan buatan juga sebelumnya mendorong investor melepas kepemilikan silver untuk menutup kerugian di aset lain. Kondisi tersebut memperbesar tekanan terhadap logam mulia dalam beberapa sesi terakhir.
Kini perhatian pasar beralih ke data ketenagakerjaan AS pekan ini, terutama NFP, yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Fed. Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan dan ekspektasi kenaikan suku bunga menurun, silver berpeluang mempertahankan pemulihannya; sebaliknya, data AS yang kuat dapat kembali menekan harga. (arl)
Sumber: Newsmaker.id