
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound sterling menguat di atas US$1,34 dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan September. Penguatan terjadi ketika investor mulai memosisikan diri menghadapi keputusan Bank of England (BoE) yang diperkirakan kembali mengetatkan kebijakan moneter pada pekan ini.
BoE diperkirakan melakukan kenaikan suku bunga pertamanya sejak 2023 pada Kamis, di tengah tekanan inflasi yang meningkat akibat konflik Iran serta perekonomian Inggris yang masih menunjukkan ketahanan. Namun, bank sentral diperkirakan akan memberikan sinyal bahwa kenaikan lanjutan tahun depan tidak akan berlangsung agresif.
Di sisi lain, penurunan harga minyak kembali memberikan tekanan terhadap dolar AS. Ketidakpastian menjelang pemilu paruh waktu AS pada Selasa juga membuat investor lebih berhati-hati terhadap pergerakan mata uang utama.
Sementara itu, anggaran pertama Menteri Keuangan Inggris John Healey dinilai sebagian besar sesuai ekspektasi pasar dan tidak memberikan kejutan besar. Kondisi tersebut membuat perhatian investor kembali tertuju pada kebijakan moneter BoE.
Harga minyak juga melemah setelah laporan menyebut Presiden Donald Trump bersedia memberikan lebih banyak waktu bagi jalur diplomasi dengan Iran sebelum mempertimbangkan tindakan militer lanjutan setelah pemilu paruh waktu AS. (srh)
Sumber: Newsmaker.id