
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound Sterling melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (30/10/2026), dengan pasangan GBP/USD bergerak di sekitar level 1,3400 selama sesi Asia. Mata uang Inggris mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut, didorong meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan kembali memperketat kebijakan moneternya. Sementara itu, dolar AS menghadapi tekanan seiring berkurangnya permintaan terhadap aset aman di tengah harapan meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Pelaku pasar memperkirakan BoE berpotensi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan November, kemudian melanjutkan kenaikan pada Februari mendatang. Ekspektasi tersebut memperkuat daya tarik Pound karena investor mengantisipasi imbal hasil aset berbasis Sterling yang lebih tinggi. Di sisi lain, pemerintah Inggris juga merencanakan penyesuaian sejumlah pungutan terhadap sektor perbankan, perjudian, properti, dan aktivitas ekonomi lainnya, disertai upaya mengatasi tingginya biaya energi. Namun, pasar tetap mencermati potensi dampak kebijakan fiskal tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi domestik.
Penguatan Pound turut didukung pelemahan dolar AS setelah muncul harapan baru terhadap upaya diplomasi untuk meredakan konflik Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan tersebut mengurangi sebagian permintaan dolar sebagai aset aman sekaligus menekan kekhawatiran terhadap inflasi energi. Pelaku pasar dilaporkan menurunkan perkiraan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Desember menjadi sekitar 75%, dibandingkan 84,2% sehari sebelumnya. Meskipun demikian, dolar masih memperoleh dukungan dari fundamental ekonomi AS yang relatif kuat.
Data terbaru menunjukkan ekonomi AS tumbuh sebesar 3,4% secara tahunan yang disetahunkan pada kuartal ketiga, meningkat dari 2,2% pada kuartal sebelumnya. Konsumsi rumah tangga juga tumbuh 3,8% dalam perhitungan yang sama, sementara inflasi inti Personal Consumption Expenditures (Core PCE) September tercatat 3,1% secara tahunan. Selain itu, klaim awal pengangguran turun menjadi 194.000, mencerminkan pasar tenaga kerja yang masih relatif tangguh. Pandangan kedepannya, pergerakan GBP/USD akan bergantung pada perbedaan arah kebijakan BoE dan The Fed. Jika ekspektasi kenaikan bunga Inggris terus menguat sementara dolar melemah, Pound berpeluang melanjutkan penguatan. Sebaliknya, ketahanan ekonomi AS dan tekanan inflasi yang masih tinggi dapat membatasi kenaikan Sterling.