
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound Sterling (GBP) melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (22/10), setelah meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah dan data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan mendorong kehati-hatian investor. Pasangan mata uang GBP/USD turun 0,16% ke level 1,3372 setelah sebelumnya sempat menyentuh posisi tertinggi harian di 1,3419. Pelemahan Sterling terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap konflik AS-Iran, setelah Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan kemungkinan serangan terhadap pangkalan militer AS apabila Washington mendorong kapal-kapal melintasi Selat Hormuz. Laporan mengenai potensi serangan lanjutan AS dan Israel terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu November turut meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global.
Dari sisi fundamental, dolar AS memperoleh dukungan setelah data Initial Jobless Claims menunjukkan jumlah pengajuan awal tunjangan pengangguran turun menjadi 194.000 pada pekan yang berakhir 17 Oktober, lebih rendah dibandingkan perkiraan sebesar 200.000. Angka tersebut menjadi yang terendah dalam sekitar tiga bulan dan mendekati level terendah sejak 1969, mencerminkan masih rendahnya tingkat pemutusan hubungan kerja di Amerika Serikat. Rata-rata klaim selama empat minggu juga turun menjadi 197.750, memperkuat gambaran bahwa pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil. Kondisi ini menjaga ekspektasi kebijakan moneter ketat Federal Reserve, meskipun probabilitas kenaikan suku bunga pada Oktober diperkirakan hanya sekitar 8%, sementara peluang kenaikan pada Desember mendekati 80%.
Sementara itu, prospek kebijakan moneter Inggris turut menjadi perhatian setelah data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan spekulasi bahwa Bank of England (BoE) dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan 5 November. Investor kini menantikan laporan penjualan ritel Inggris serta data awal Purchasing Managers' Index (PMI) S&P Global untuk memperoleh gambaran terbaru mengenai aktivitas ekonomi dan tekanan harga. Selain itu, rencana pengumuman anggaran pemerintah Inggris pada 28 Oktober oleh Menteri Keuangan John Healey diperkirakan menjadi perhatian pasar, terutama terkait disiplin fiskal dan pengelolaan utang pemerintah.
Dengan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi dan arah kebijakan moneter kedua negara yang belum sepenuhnya jelas, pergerakan GBP/USD berpotensi tetap berfluktuasi menjelang pertemuan bank sentral.
Kesimpulan Newsmaker
Pelemahan Pound Sterling menunjukkan bahwa kekuatan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik masih membatasi ruang penguatan GBP/USD, meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England berpotensi memberikan dukungan terhadap mata uang Inggris.
Dari sisi teknikal, area 1,3350 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan. Jika harga bergerak konsisten di bawah level tersebut, GBP/USD berpotensi menguji area psikologis 1,3300. Sebaliknya, pemulihan di atas 1,3400 dapat membuka peluang penguatan menuju 1,3420 hingga 1,3450. Level-level ini merupakan skenario pemantauan teknikal berdasarkan harga yang dilaporkan, bukan kepastian target.
Fokus utama pasar: Pergerakan Pound Sterling selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan konflik Timur Tengah, arah kebijakan Federal Reserve pada 27–28 Oktober, rencana anggaran Inggris pada 28 Oktober, serta ekspektasi keputusan suku bunga BoE pada 5 November.
Sumber : Newsmaker.id