
Trending

Emas
Sumber: Newasmaker.id
Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Senin (2/11/2026), dengan bergerak di sekitar US$3.903 per troy ounce setelah mengalami tekanan jual tajam pada akhir pekan lalu. Pemulihan tersebut terjadi menyusul penurunan harga minyak dunia yang meredakan sebagian kekhawatiran terhadap inflasi Amerika Serikat. Aksi pembelian pada harga rendah turut menopang pergerakan logam mulia setelah emas merosot sekitar 3,7% pada Jumat dan mencatatkan kinerja Oktober terburuk sejak 2008.
Penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang memberikan ruang pemulihan bagi emas. Sentimen pasar membaik setelah muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih memberikan kesempatan lebih besar bagi jalur diplomasi dalam menyelesaikan konflik dengan Iran menjelang pemilu sela AS. Harapan meredanya ketegangan Timur Tengah mendorong pelemahan harga energi sekaligus mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Kondisi tersebut berpotensi meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang selama ini menjadi salah satu penghambat penguatan emas.
Meski demikian, pemulihan harga emas masih menghadapi tantangan dari kebijakan moneter Amerika Serikat. Tingginya inflasi dan ketahanan aktivitas ekonomi AS membuat pasar tetap mempertimbangkan kemungkinan The Fed mempertahankan kebijakan ketat atau menaikkan suku bunga pada Desember. Suku bunga yang tinggi cenderung meningkatkan daya tarik aset berbunga, terutama obligasi pemerintah AS, sehingga membatasi minat terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil. Selain itu, ketidakpastian pasar saham teknologi akibat kekhawatiran terhadap besarnya investasi kecerdasan buatan juga berpotensi memicu volatilitas di pasar logam mulia.
Memasuki awal November, perhatian investor akan tertuju pada perkembangan konflik Timur Tengah, pergerakan dolar AS, serta sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat, termasuk aktivitas manufaktur dan laporan ketenagakerjaan. Data ekonomi yang melemah dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan membuka peluang pemulihan emas lebih lanjut. Sebaliknya, apabila inflasi tetap tinggi dan ekonomi AS menunjukkan ketahanan, tekanan terhadap logam mulia berpotensi kembali meningkat. Dengan demikian, penguatan emas menuju US$3.903 masih perlu dikonfirmasi oleh pergerakan harga berikutnya sebelum dapat dianggap sebagai pembalikan tren yang berkelanjutan.(CP)