
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,29% pada perdagangan Senin (2/11) setelah tekanan pada sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi membebani pasar saham Jepang. Sentimen pasar cenderung negatif, dengan jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat di Bursa Efek Tokyo.
Di antara saham yang mencatat kenaikan terbesar, NGK Corporation melonjak 10,95%, diikuti Lasertec yang menguat 8,01% dan Sapporo Breweries naik 7,72%. Kenaikan sejumlah saham tersebut membantu membatasi pelemahan indeks secara keseluruhan.
Sebaliknya, tekanan tajam terjadi pada Screen Holdings yang anjlok 18,96%, Kioxia Holdings turun 15,78%, dan Alps Alpine merosot 10,96%. Saham Alps Alpine bahkan menyentuh level terendah dalam 52 minggu, mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat pada sejumlah perusahaan teknologi dan manufaktur.
Tekanan pasar juga terlihat dari lonjakan Nikkei Volatility Index sebesar 31,09% menjadi 33,82. Di Bursa Efek Tokyo, sebanyak 2.490 saham ditutup melemah, hanya 1.044 saham yang menguat, sementara 205 saham berakhir tidak berubah, menunjukkan sentimen negatif cukup merata.
Dari pasar global, USD/JPY menguat ke sekitar 157,83 sementara indeks dolar AS turun tipis ke 101,68. Harga minyak mentah juga melemah tajam, sedangkan kontrak emas menguat ke sekitar US$3.916 per troy ounce. Kombinasi volatilitas pasar global, pergerakan yen, dan tekanan sektor teknologi masih berpotensi memengaruhi arah Nikkei dalam jangka pendek.