
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (2/11/2026), meskipun pemerintah Jepang kembali memberikan peringatan mengenai kemungkinan intervensi di pasar valuta asing. Pasangan USD/JPY menguat menuju level 157,85 pada sesi perdagangan Asia, melanjutkan pemulihan setelah sempat turun ke bawah 157,00 pada Jumat lalu. Pelemahan yen terjadi karena investor masih meragukan kapan Bank of Japan (BOJ) akan kembali menaikkan suku bunga. Ketidakpastian tersebut membuat dolar tetap memiliki daya tarik, terutama karena selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Jepang masih cukup besar.
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil tindakan apabila pergerakan yen dinilai terlalu tajam atau tidak terkendali. Ia juga memastikan bahwa kesepakatan kerja sama dengan Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing masih berlaku. Namun, pernyataan tersebut belum mampu menghentikan pelemahan yen karena pelaku pasar menilai belum ada tanda bahwa pemerintah akan segera melakukan intervensi langsung. Kondisi ini menunjukkan bahwa peringatan pemerintah saja belum cukup untuk mengubah arah pasar selama faktor yang mendorong penguatan dolar masih bertahan.
Dari sisi kebijakan moneter, BOJ pada pekan lalu mempertahankan suku bunga di level 1,25%, meskipun inflasi mendasar Jepang dinilai telah mencapai target 2%. Keputusan tersebut membuat investor kembali memperhatikan waktu kenaikan suku bunga berikutnya. Walaupun BOJ memberikan sinyal bahwa pengetatan moneter masih terbuka, bank sentral belum menetapkan jadwal pasti untuk langkah selanjutnya. Sementara itu, suku bunga Amerika Serikat yang masih lebih tinggi membuat aset berbasis dolar relatif menarik bagi investor. Perbedaan imbal hasil inilah yang terus menjadi salah satu penyebab yen kesulitan mempertahankan penguatannya.
Di tengah tekanan tersebut, dolar AS juga menghadapi hambatan dari meningkatnya harapan penyelesaian konflik Timur Tengah melalui jalur diplomasi. Iran dilaporkan melanjutkan perundingan dengan mediator Qatar untuk mencari kesepakatan damai, termasuk pembahasan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menyebut pembicaraan dengan Teheran menunjukkan perkembangan positif, meskipun kemungkinan serangan militer setelah pemilu paruh waktu AS pada 3 November belum sepenuhnya dikesampingkan. Harapan meredanya konflik dapat mengurangi permintaan dolar sebagai aset aman. Namun, ancaman perang yang masih terbuka serta tingginya harga energi membuat investor tetap berhati-hati.