
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak dunia turun lebih dari 3% pada perdagangan Senin(2/11) setelah pejabat Iran dan Qatar melanjutkan pembicaraan selama tiga hari berturut-turut untuk mendorong tercapainya kesepakatan dalam konflik AS–Israel dan Iran. Brent turun 3,2% menjadi US$109,75 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 3,3% ke US$100,69 per barel.
Penurunan tersebut terjadi setelah Brent menutup Oktober di level tertinggi dalam enam bulan. Harapan terhadap kemajuan diplomasi dan tidak adanya eskalasi militer besar selama akhir pekan mendorong aksi ambil untung sekaligus mengurangi sebagian premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pembicaraan dengan mediator Qatar terus berlangsung dan menunjukkan kemajuan. Teheran menyatakan tetap membuka jalur diplomasi, meski pada saat yang sama menegaskan kesiapan untuk mempertahankan diri apabila konflik kembali meningkat.
Pasar tetap berhati-hati karena pemilu sela AS pada Selasa dapat menjadi titik penting berikutnya. Kekhawatiran masih muncul bahwa retorika atau tindakan militer terhadap Iran dapat meningkat setelah pemilu, yang berpotensi kembali mendorong Brent mendekati level tinggi apabila risiko gangguan pasokan membesar.
Dari sisi pasokan, Arab Saudi dilaporkan meningkatkan ekspor minyak mentah pada Oktober dibandingkan September meski sejumlah infrastruktur energinya menghadapi ancaman dari kelompok Houthi. Sementara itu, serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz tetap menjadi risiko besar bagi jalur distribusi energi dan biaya pengiriman global.
OPEC+ pada akhir pekan juga memutuskan mempertahankan target produksi Desember, menegaskan tidak adanya perubahan kebijakan pasokan dalam waktu dekat. Selanjutnya, pasar akan mencermati apakah meredanya ketegangan dapat terus menekan premi geopolitik, atau justru kembali meningkat apabila pembicaraan diplomatik gagal menghasilkan kesepakatan.