
Trending

usdchf
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/CHF melemah dan bergerak di sekitar 0,8220 pada perdagangan Eropa Senin (2/11), setelah mencatat kenaikan tipis pada sesi sebelumnya. Franc Swiss mendapat dukungan dari data ekonomi domestik yang lebih kuat dari perkiraan, terutama indeks manufaktur dan penjualan ritel.
SVME Purchasing Managers’ Index (PMI) Swiss naik menjadi 56,7 pada Oktober, melampaui ekspektasi 55,3. Sementara itu, penjualan ritel riil Swiss tumbuh 1,6% secara tahunan pada September, meskipun melambat dari 3,9% pada bulan sebelumnya dan berada di bawah ekspektasi 3%.
Tekanan terhadap USD/CHF juga datang dari pelemahan dolar AS akibat berkurangnya permintaan aset safe haven. Upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik Timur Tengah membuat kekhawatiran pasar sedikit mereda, meskipun risiko kembalinya aksi militer AS terhadap Iran masih menjadi perhatian.
Pejabat Qatar dan Iran melanjutkan pembicaraan selama tiga hari berturut-turut untuk mencari kesepakatan guna mengakhiri konflik menjelang pemilu paruh waktu AS. Perkembangan tersebut berpotensi mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset perlindungan ketika risiko geopolitik mulai mereda.
Namun, pelemahan dolar berpotensi terbatas karena pasar masih memperkirakan sekitar 75% peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Data ekonomi AS yang menunjukkan pertumbuhan tetap kuat dan inflasi yang persisten menjadi alasan utama pasar mempertahankan ekspektasi pengetatan kebijakan.
Investor kini mengalihkan perhatian ke sejumlah data penting AS pekan ini, terutama Nonfarm Payrolls (NFP) serta data ISM Manufacturing dan ISM Services. Pernyataan sejumlah pejabat The Fed juga akan menjadi perhatian untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.
Dengan demikian, pergerakan USD/CHF akan sangat bergantung pada keseimbangan antara kekuatan ekonomi Swiss, arah dolar AS, dan ekspektasi suku bunga The Fed. Data NFP pekan ini berpotensi menjadi katalis utama yang menentukan apakah tekanan terhadap USD/CHF berlanjut atau dolar kembali mendapatkan momentum. (arl)
Sumber: Newsmaker.id