
Trending

hong-kong
Sumber: Newsmaker.id
Pasar saham Hong Kong menguat pada Senin (2/11) setelah muncul laporan bahwa regulator China tengah menyiapkan langkah baru untuk menopang pasar modal. Indeks Hang Seng naik 0,4%, sementara indeks saham teknologi Hong Kong melonjak 2,3%, memberikan sedikit pemulihan setelah tekanan pada perdagangan sebelumnya.
Penguatan tersebut terjadi setelah laporan bahwa bank sentral China dan regulator pasar sekuritas akan bertemu dengan perusahaan broker serta manajer investasi untuk membahas langkah mendukung pasar modal. China juga dikabarkan akan menjalankan putaran ketiga fasilitas swap yang memungkinkan perusahaan sekuritas, dana investasi, dan perusahaan asuransi memperoleh likuiditas untuk membeli saham.
Sentimen positif turut terlihat di bursa China daratan. CSI300 naik 0,8%, setelah sebelumnya anjlok 8,5% sepanjang Oktober dalam kinerja bulanan terburuknya dalam lebih dari satu dekade. Sementara itu, Shanghai Composite melonjak 1,1%, mencatat kenaikan harian terbesar sejak 27 Agustus.
Kenaikan pasar juga didukung lonjakan volume perdagangan sejumlah exchange-traded funds yang banyak digunakan investor yang didukung negara. Kondisi tersebut memperkuat spekulasi bahwa otoritas China kembali meningkatkan dukungan terhadap pasar setelah stimulus sebelumnya dinilai belum cukup untuk mengangkat sentimen secara berkelanjutan.
Namun, tekanan di pasar obligasi masih menjadi perhatian. Kekhawatiran terhadap Zhuhai Huafa Group terus membebani sejumlah instrumen kredit setelah muncul laporan bahwa konglomerasi tersebut menghadapi masalah pembayaran produk trust dan tengah mencari perpanjangan sejumlah pinjaman bank. Tekanan tersebut bahkan mulai merembet ke sejumlah dana obligasi.
Di sisi lain, pasar juga mencermati pergerakan yuan yang mencapai level terkuat dalam lebih dari empat tahun terhadap dolar AS. Bank sentral China turut menyuntikkan likuiditas ke sistem perbankan setelah mengubah suku bunga kebijakan utamanya menjadi suku bunga pinjaman overnight, yang dinilai dapat membantu memperlonggar kondisi pendanaan.
Pergerakan saham Hong Kong kini akan sangat bergantung pada seberapa jauh dukungan pemerintah China mampu mengembalikan kepercayaan investor. Selain kebijakan domestik, pasar juga bersiap menghadapi pemilu paruh waktu AS yang berpotensi memengaruhi sentimen global dan arah arus modal ke aset Asia. (arl)
Sumber: Newsmaker.id