
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS (DXY) melemah ke level 101,44, menjadi posisi terendah sejak September 2026. Penurunan tersebut menunjukkan tekanan terhadap greenback masih berlanjut setelah sebelumnya dolar sempat mendapatkan dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve.
Dalam empat pekan terakhir, DXY tercatat mengalami penurunan sebesar 0,69%. Pergerakan tersebut mencerminkan pelemahan dolar dalam jangka pendek, meskipun belum menghapus penguatan yang telah terbentuk dalam periode yang lebih panjang.
Secara tahunan, indeks dolar masih mencatat kenaikan sebesar 1,59%. Artinya, meskipun dolar sedang berada dalam tekanan pada periode terbaru, kinerja greenback masih berada di wilayah positif jika dibandingkan dengan posisi pada tahun sebelumnya.
Pelemahan DXY juga menjadi perhatian karena indeks tersebut mencerminkan pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang utama. Penurunan ke level 101,44 dapat menjadi sinyal bahwa momentum penguatan dolar mulai kehilangan tenaga setelah sebelumnya bergerak lebih tinggi.
Pasar kini akan mencermati apakah pelemahan tersebut hanya bersifat sementara atau menjadi bagian dari tren yang lebih panjang. Pergerakan DXY selanjutnya akan menjadi perhatian investor karena perubahan arah dolar dapat memengaruhi berbagai aset global, termasuk mata uang, komoditas, dan pasar saham.
Dengan posisi 101,44, dolar masih memiliki kinerja tahunan yang positif, tetapi tekanan jangka pendek semakin terlihat. DXY turun 0,69% dalam empat pekan, sementara secara tahunan masih menguat 1,59%, membuat arah pergerakan dolar berikutnya menjadi sorotan pasar.(arl)
Sumber: Newsmaker.id