
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS bergerak relatif stabil di sekitar 102 pada Jumat (30/10), setelah laporan keuangan perusahaan teknologi besar yang mengecewakan memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan reli saham berbasis AI dan mendorong investor mencari aset yang lebih aman. Dalam sepekan, dolar masih menguat 0,2%, sementara sepanjang Oktober naik 0,5%.
Dukungan terhadap dolar juga berasal dari data ekonomi AS yang menunjukkan pertumbuhan lebih kuat dari perkiraan. Ekonomi AS tumbuh pada laju tahunan 3,4% pada kuartal III, didorong oleh konsumsi masyarakat yang solid dan investasi terkait AI. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masih cukup kuat meskipun ketidakpastian terhadap arah kebijakan The Fed meningkat.
Di sisi inflasi, indeks harga PCE AS naik 0,5% pada September, menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Maret. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga pada Desember. Meski bank sentral mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan sekitar 72% pada Desember.
Analisis Newsmaker: Dolar masih memiliki fondasi yang relatif kuat karena kombinasi pertumbuhan ekonomi AS yang solid dan inflasi yang persisten menjaga ekspektasi pengetatan The Fed. Namun, kekhawatiran terhadap sektor teknologi dan meningkatnya permintaan aset safe haven dapat menciptakan pergerakan dolar yang lebih fluktuatif dalam jangka pendek. (arl)
Sumber : Newsmaker.id