
Trending

Emas
Sumber: Newasmaker.id
Harga emas dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (2/11/2026), memperpanjang pemulihan setelah mengalami tekanan jual tajam pada akhir Oktober. Kenaikan logam mulia didukung oleh melemahnya harga minyak dunia yang memberikan harapan terhadap meredanya tekanan inflasi Amerika Serikat. Selain itu, aksi pembelian pada harga rendah mulai meningkat setelah emas mencatatkan penurunan bulanan terdalam sejak 2008. Perubahan sentimen tersebut memberikan dorongan bagi emas untuk kembali menarik perhatian investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pemulihan emas semakin mendapat dukungan dari perkembangan geopolitik Timur Tengah, terutama meningkatnya harapan penyelesaian diplomatik konflik Amerika Serikat dan Iran. Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan lebih mengutamakan jalur diplomasi sebelum mempertimbangkan tindakan militer lanjutan. Optimisme tersebut mendorong penurunan harga minyak mentah Brent, yang sebelumnya melonjak akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz. Harga energi yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan inflasi sekaligus meredam kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Meski demikian, penguatan emas masih menghadapi tantangan dari ketahanan ekonomi Amerika Serikat dan arah kebijakan moneter The Fed. Tingkat inflasi yang masih tinggi membuat pelaku pasar tetap memperhitungkan kemungkinan suku bunga dipertahankan pada level tinggi lebih lama. Di sisi lain, kekhawatiran terhadap besarnya investasi kecerdasan buatan dan tekanan pada saham teknologi turut meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global. Kondisi tersebut dapat memicu pergeseran aliran dana investasi, termasuk ke pasar emas, meskipun aksi penjualan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas masih menjadi risiko.
Memasuki perdagangan awal November, investor akan mencermati perkembangan harga energi, pergerakan dolar AS, serta sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi keputusan The Fed pada Desember. Apabila tekanan inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda dan dolar melanjutkan pelemahan, emas berpeluang memperpanjang momentum penguatannya. Namun, jika data ekonomi AS kembali menunjukkan ketahanan dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga, reli emas berisiko tertahan. Dengan demikian, keberlanjutan pemulihan logam mulia masih sangat bergantung pada perubahan ekspektasi kebijakan moneter dan stabilitas sentimen pasar global.(CP)