Wall Street Tertahan Jelang Keputusan Fed di Tengah Penurunan Minyak
Reli saham AS yang sebelumnya membawa indeks mendekati rekor tertinggi mulai tertahan pada Selasa (16/6), menjelang keputusan suku bunga pertama Federal Reserve di bawah Kevin Warsh. Pelemahan harga minyak kembali menekan imbal hasil obligasi, sementara pasar menilai dampak terbaru dari meredanya ketegangan geopolitik.
S&P 500 bergerak terbatas setelah sebelumnya menguat karena ekspektasi pembukaan kembali Selat Hormuz. Pada pukul 09.32 waktu New York, S&P 500 nyaris tidak berubah, Nasdaq 100 turun 0,3%, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,7%.
Brent sempat turun ke bawah $80 per barel setelah kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz meningkatkan harapan pemulihan pasokan. Penurunan minyak mengurangi kekhawatiran inflasi dari sisi energi dan mendorong yield obligasi lebih rendah, menciptakan ruang dukungan bagi aset berisiko meski momentum indeks mulai terbatas.
Pasar kini menunggu arah komunikasi bank sentral untuk menilai bagaimana perang dan penurunan harga energi akan masuk ke proyeksi kebijakan. Sebagian besar bank sentral negara maju, termasuk The Fed, diperkirakan belum mengubah suku bunga pekan ini, sementara Bank of Japan menjadi pengecualian dengan ekspektasi kenaikan suku bunga yang sudah banyak diantisipasi.
Di pasar saham, perhatian juga tertuju pada SpaceX setelah reli terbaru membuat perusahaan roket milik Elon Musk berpotensi melampaui Amazon sebagai perusahaan publik terbesar kelima di dunia setelah IPO besar. Pergerakan tersebut menopang minat pada sektor teknologi dan pertumbuhan, meski Nasdaq masih melemah di awal perdagangan.
Transmisi utama bagi pasar berada pada hubungan energi, inflasi, yield, dan valuasi saham. Minyak yang lebih rendah dapat meredakan tekanan inflasi, menurunkan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama, dan membantu yield bergerak lebih rendah. Namun, efek positif tersebut belum cukup untuk mendorong indeks lebih jauh sebelum sinyal Fed menjadi lebih jelas.
Fokus berikutnya tertuju pada pernyataan Fed, respons yield obligasi, arah harga minyak setelah kesepakatan AS-Iran, serta keberlanjutan rotasi di saham teknologi besar. Selama pasar belum mendapatkan panduan kebijakan yang lebih tegas, indeks AS berpotensi tetap bergerak selektif di dekat level tinggi. (arl)
Sumber: Newsmaker.id