Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!
Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan buatan (AI), laba korporasi yang solid, serta sinyal bahwa konsumen AS masih cukup tangguh. Kenaikan terlihat di Jepang, Korea Selatan, dan Australia, mendorong MSCI Asia Pacific Index naik dan berada di jalur kenaikan mingguan keenam beruntun, yang disebut sebagai rekor terpanjang sejak akhir Januari.
Dukungan terbesar datang dari kelanjutan reli AI di AS. Nvidia melanjutkan kenaikan enam hari dan mendorong kapitalisasi pasarnya mendekati US$6 triliun, sementara Cerebras Systems melonjak 68% pada hari debutnya. Di sesi after-hours, Applied Materials turut menguat setelah merilis proyeksi yang dinilai positif, menjaga optimisme terhadap belanja infrastruktur AI.
Di pasar lain, Brent naik 0,7% ke sekitar US$106 per barel, sementara dolar mempertahankan penguatan empat sesi terakhir. Pound melemah setelah muncul tantangan baru terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Di Asia, pasar juga memantau kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China, dengan isu Taiwan disebut kembali menjadi titik sensitif.
Di pasar obligasi, yield AS bergerak lebih tinggi. Yield Treasury 2 tahun diperdagangkan di 4,03% pada awal sesi Asia, level tertinggi sejak Juni, sedangkan yield 10 tahun naik satu basis poin ke 4,49%. Di Jepang, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun juga naik setelah harga produsen (producer prices) melonjak ke level tertinggi sejak 2023, memperkuat perhatian pasar pada risiko inflasi.
Meski risiko inflasi kembali mengemuka karena harga minyak bertahan di atas US$100, reli saham ditopang keyakinan bahwa laba korporasi masih mampu mengimbangi tekanan makro. Data AS menunjukkan penjualan ritel naik untuk bulan ketiga berturut-turut, memberi sinyal bahwa konsumsi tetap bertahan meski harga energi tinggi. Bloomberg Intelligence memperkirakan laba kuartal I emiten S&P 500 tumbuh sekitar 27% secara tahunan, menandai kuartal keenam pertumbuhan dua digit beruntun.
Sejumlah katalis tambahan ikut mewarnai sentimen. Trump mengatakan China setuju membeli 200 pesawat Boeing, sementara Hon Hai—mitra perakitan server utama Nvidia—mencatat kenaikan laba kuartalan yang lebih kuat dari perkiraan, menegaskan belanja perangkat keras AI masih berlanjut. Investor juga memantau kabar bahwa otoritas AS bergerak untuk menyelesaikan kasus tuduhan penipuan terhadap Gautam Adani. Di pembukaan sesi Tokyo, Topix naik 1,1% dan S&P/ASX 200 naik 0,4%, sementara futures S&P 500 relatif datar, menandakan pasar menahan posisi sambil menunggu perkembangan lanjutan dari agenda AS–China dan arah yield global.(asd)
Sumber : Newsmaker.id